Jakarta (ANTARA) - Komisi XII DPR RI menerima usulan penambahan pagu anggaran 2025 untuk Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan skema pinjaman luar negeri yang bersumber dari bantuan World Bank.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, Ketua Komisi XII Bambang Patijaya mengumumkan bahwa tambahan anggaran dengan skema pinjaman luar negeri dari World Bank yang diusulkan BIG itu jika dirupiahkan senilai Rp810,42 miliar.
“Komisi XII mendukung usulan BIG tahun 2025. Ya, itulah ini kan kalau BIG bisa mencari tambahan dana dari pinjaman luar negeri dan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan, kami pikir tak ada masalah,” kata dia.
Bambang menekankan sebagaimana harapan dari para anggota Komisi XII, karena penambahan anggaran bersumber dari pinjaman luar negeri, maka BIG harus menjamin program kerja prioritas yang sudah disusun harus sesuai regulasi dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk pemerintah dan masyarakat di Indonesia.
Sejumlah wakil rakyat dalam RDP itu mencontohkan program pembuatan peta dasar berskala besar (1:5.000) untuk seluruh wilayah Indonesia yang ditargetkan rampung pada 2029, produksi dan pemanfaatan data geospasial lainnya harus mudah diakses pemerintah daerah juga masyarakat.
Baca juga: BIG kaji usulan nama gunung bawah laut yang ditemukan di perairan selatan Pacitan
Baca juga: BIG temukan gunung bawah laut di perairan selatan Pacitan