Dili, Timor Leste (ANTARA) - Presiden Timor-Leste dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta berpendapat Ukraina seharusnya menjadi negara netral.
"Tirulah model Swiss. Bayangkan jika Ukraina negara netral, mereka bisa mendapatkan manfaat dari investasi dan sektor perbankan dari semua pihak," katanya dalam wawancara dengan RIA Novosti di Dili, Jumat.
Ramos Horta juga menyentil soal keinginan Kiev bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). "Mengapa bergabung dengan NATO? Lihat saja Afghanistan. Setelah 20 tahun, mereka (NATO) pergi," katanya menambahkan.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Negosiasi damai tak mungkin dilakukan tanpa Ukraina
Baca juga: Kedubes Polandia luncurkan papan solidaritas bertuliskan #StandWithUkraine
Pewarta: PrimayantiEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.