Jakarta (ANTARA) - Yayasan Siap Bergerak, bekerja sama dengan relawan mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi Universitas Indonesia, menggelar kegiatan bertajuk “Jelajah Budaya Ceria” bagi anak-anak panti asuhan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai upaya memberikan pengalaman edukatif sekaligus rekreatif melalui pengenalan budaya Indonesia secara langsung.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh tawa dan rasa penasaran tampak mengiringi langkah anak-anak panti asuhan yang dengan antusias menjelajahi berbagai anjungan budaya di TMII. Melalui kunjungan ke rumah adat dan replika budaya, para relawan mahasiswa menjelaskan keberagaman budaya Indonesia dengan cara sederhana, interaktif, dan menyenangkan, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Ketua Yayasan Siap Bergerak, Mila Viendyasari dalam keterangannya, Jumat menegaskan bahwa kegiatan berbasis pengalaman langsung memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

“Pembelajaran budaya akan jauh lebih bermakna ketika anak-anak mengalaminya secara langsung. Dengan melihat, menyentuh, dan merasakan suasana kebudayaan Indonesia di TMII, anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membangun ikatan emosional dengan identitas bangsanya,” ujar Mila Viendyasari.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan budaya anak-anak panti asuhan sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat dan penuh perhatian. Tidak hanya berfokus pada edukasi, kegiatan ini juga dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara relawan dan anak-anak.

Dari perspektif riset dan literasi sosial, Rienzy Kholifatur, Peneliti Klinik Digital, menjelaskan bahwa aktivitas luar ruang berbasis budaya memiliki dampak positif bagi perkembangan anak.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan luar ruang yang bersifat eksploratif, seperti kunjungan budaya, berkontribusi pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Anak-anak menjadi lebih reseptif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Program Jelajah Budaya Ceria mempertemukan aspek edukasi, rekreasi, dan pembentukan identitas secara bersamaan,” jelas Rienzy.

Setelah sesi jelajah budaya, anak-anak dan relawan berkumpul di area taman TMII untuk menikmati makan siang bersama dalam suasana piknik. Di bawah rindangnya pepohonan, mereka berbagi cerita, tawa, dan momen kebersamaan yang mempererat hubungan. Bagi banyak anak, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan pengalaman berharga yang meninggalkan kesan mendalam.

“Pengetahuan dan keterlibatan generasi muda terhadap warisan budaya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan; data dari Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan melaporkan bahwa sekitar 65% generasi muda Indonesia usia 15–24 tahun mengalami penurunan partisipasi dalam kegiatan budaya tradisional dibandingkan dekade sebelumnya, dan 72% remaja lebih mengenal budaya pop global dibandingkan tradisi lokal di daerah mereka. Dengan adanya kegiatan berkunjung ke tempat wisata edukatif kebudayaan, diharapkan dapat memperkenalkan pengetahuan penting kepada generasi muda mengenai kebudayaan Indonesia,” ujar Putie Hikari, Founder Jejak Baik.

Ketua Pelaksana kegiatan, Najmah Rianty Ulhaq, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut.

“Kami ingin memberikan hari yang tidak biasa bagi adik-adik, hari di mana mereka merasa dilihat, diperhatikan, dan ditemani. Melihat senyum mereka hari ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa tercipta dari hal-hal sederhana,” ujarnya.

Kegiatan Jelajah Budaya Ceria terlaksana melalui kolaborasi lintas institusi. Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi Universitas Indonesia, Klinik Digital, dan Jejak Baik berperan sebagai mitra strategis Yayasan Siap Bergerak, mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta penguatan nilai edukatif dan literasi sosial dalam kegiatan ini. Sinergi ini memastikan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga berkontribusi pada pembelajaran berkelanjutan dan penguatan karakter anak.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Siap Bergerak berharap dapat terus menciptakan ruang aman dan bermakna bagi anak-anak panti asuhan untuk merasakan dukungan dan perhatian, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026