Padang (ANTARA) - Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan aktivitas Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, mengalami peningkatan secara fluktuatif pada periode 1-15 Februari 2025.
"Berdasarkan evaluasi data-data pemantauan aktivitas Gunung Marapi mengalami peningkatan secara fluktuatif," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Rabu.
Muhammad Wafid mengatakan potensi terjadinya letusan/erupsi masih tetap ada, dan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi tekanan (energi). Adanya erupsi dan seringnya terjadi hembusan diharapkan akumulasi tekanan akibat pasokan fluida dari kedalaman dapat dilepaskan.
Dalam evaluasi rutin tersebut Badan Geologi mencatat terjadinya aktivitas erupsi, namun secara visual tidak teramati. Aktivitas hembusan juga lebih sering dengan tinggi asap yang lebih rendah dibandingkan dua minggu sebelumnya yakni maksimum 200 meter di atas puncak.
Baca juga: Gunung Marapi kembali erupsi pada Rabu malam namun kolom abu tidak teramati
Baca juga: Gunung Marapi kembali erupsi lontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter