Kabupaten Bogor (ANTARA) - Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperkuat edukasi pelanggan untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan air bersih di tengah dinamika musim hujan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad mengatakan musim hujan tidak hanya membawa limpahan air, tetapi juga tantangan serius terhadap kualitas air baku akibat sedimentasi, longsor, dan kekeruhan sungai.

“Di tengah cuaca ekstrem, kualitas air baku sangat ditentukan oleh perilaku kolektif kita. Air adalah cermin dari lingkungan kita,” ujar Abdul Somad di Cibinong, Selasa.

Ia menjelaskan edukasi pelanggan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Bogor, seiring meningkatnya kerentanan lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Menurut dia, perilaku masyarakat yang bijak dalam menggunakan air dapat mengurangi beban sistem pengolahan dan distribusi, sekaligus menjaga keberlanjutan layanan air bersih.

Dalam edukasi tersebut, Tirta Kahuripan mendorong pelanggan untuk memiliki cadangan air bersih di rumah melalui toren atau bak penampungan yang dikelola secara higienis sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi gangguan produksi saat hujan lebat.

Selain itu, penghematan air ditekankan sebagai bagian dari etika publik, mengingat pada musim hujan ketersediaan air secara kuantitas dapat meningkat, namun kualitas air baku justru kerap menurun akibat tingginya sedimentasi.

Perusahaan daerah itu juga mengajak masyarakat aktif melaporkan kebocoran pipa sebagai bentuk partisipasi menjaga aset publik dan menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water.

“Kebocoran sekecil apa pun artinya kehilangan bersama. Partisipasi publik sangat penting untuk menjaga keberlanjutan layanan,” katanya.

Abdul Somad juga meminta pelanggan memahami karakteristik kekeruhan air pada musim hujan, baik yang disebabkan oleh faktor alam seperti tingginya sedimen sungai maupun faktor teknis jaringan distribusi akibat perubahan tekanan pipa.

Ia menegaskan edukasi ini bukan sekadar langkah teknis, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Air bukan hanya fasilitas, tetapi bagian dari masa depan yang harus kita lindungi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, sehubungan dengan libur Natal dan Tahun Baru, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengumumkan seluruh loket kantor cabang pelayanan tutup pada 25–26 Desember 2025 serta 1 Januari 2026.

Pelayanan kantor cabang tetap beroperasi pada 29–31 Desember 2025 dan kembali dibuka pada 2 Januari 2026.

Pembayaran rekening air secara daring melalui Aplikasi MyKahuripan dan kanal PPOB ditutup pada 29 Desember 2025 pukul 16.00 WIB dan kembali dapat digunakan mulai 1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.

 

Baca juga: Pemkot Bekasi luncurkan spot air minum keren

Baca juga: Tirta Bhagasasi minta tambah air curah dari SPAM Jatiluhur

Baca juga: Tirta Kahuripan Bogor aktifkan mitigasi bencana teknis dan nonteknis di akhir tahun

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026