50-persen-puskesmas-kondisinya-rusak
Sukabumi, 13/11 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mencatat 50 persen dari 58 Puskesmas di daerah ini kondisinya rusak yang membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Sekitar 29 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sukabumi saat ini kondisinya rusak. Ini sangat mempengaruhi kenyamanan pelayanan kesehatan warga," kata Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi Adrialti Syamsul kepada wartawan, Selasa.

Menurut dia, Puskesmas yang rusak tersebut harus segera diperbaiki, karena itu pihaknya meminta pemerintah segera mengalokasikan dana baik dari APBN, APBD Provinsi Jabar maupun APBD Kabupaten Sukabumi.

Ia lebih lanjut mengatakan, perbaikan tersebut antara lain terkait bangunan fisik dan kelengkapan sarana dan prasarana lainnya seperti peralatan, karena masih banyak Puskesmas khususnya yang berada di daerah pelosok masih kekurangan peralatan medis.

"Kami berharap Puskesmas yang rusak tersebut bisa segera diperbaiki karena keberadaannya sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.

Selain itu, meski pada 2011 pihaknya mendapatkan bantuan fisik untuk Puskesmas, namun bantuan tersebut hanya bisa diserap oleh beberapa Puskesmas.

"Selama ini, untuk perbaikan dan penambahan peralatan medis kami hanya mengandalkan APBD setempat dan dana alokasi khusus (DAK)," katanya.

Di sisi lain, kata dia, ketersediaan tenaga medis saat ini masih kurang khususnya dokter, dari data hingga saat ini hanya ada 78 dokter yang bekerja di Puskesmas, itu pun kebanyakan bekerja di Puskesmas yang berada di wilayah utara Kabupaten Sukabumi.

"Sementara di wilayah selatan atau pelosok ada Puskesmas yang kekurangan tenaga medis khususnya dokter," katanya.

Menurut dia, pihaknya terus berupaya memperbaiki sarana kesehatan di Puskesmas serta menambah tenaga dokter.

"Kami juga berupaya agar setiap Puskesmas minimalnya memiliki 10 tempat tidur untuk pasien sehingga bisa menjadi Puskesmas `poned` atau yang bisa melayani pasien rawat inap," kata Adrialti.


Aditya




: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026