Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bursa kerja online yang tengah digelar memprioritaskan masyarakat yang masuk dalam Desil 1-3 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan atau ekonomi terendah secara nasional.

"Bursa kerja online berlangsung selama sebulan, mulai 1-30 September 2026. Ada lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan yang tersedia dalam bursa kerja ini," kata dia di Karawang, Rabu.

Ia menyampaikan meski sasaran dalam bursa kerja online ini masyarakat ber-KTP Karawang, tapi diharapkan ada yang lebih diprioritaskan, yakni masyarakat atau pencari kerja yang masuk dalam Desil 1-3.

Baca juga: Ribuan pencari kerja serbu Job Fair 2026 online Pemkab Karawang
Baca juga: 61 perusahaan buka lowongan kerja di Karawang

Dia menyebutkan 393 masyarakat yang masuk dalam Desil 1-3 menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja.

Data 393 masyarakat dalam Desil 1-3 ini bersumber petugas Pekerja Sosial Masyarakat.

Penyerapan tenaga kerja yang diprioritaskan bagi pencari kerja yang masuk dalam masyarakat Desil 1-3 ini menjadi salah satu bagian dari langkah Pemkab Karawang dalam melakukan pengentasan kemiskinan.

Khusus masyarakat yang masuk dalam Desil 1-3 ini, dalam proses pembuatan SKCK, kartu pencari kerja dan surat keterangan sehat akan ditanggung oleh Pemkab Karawang.

Baca juga: Karawang sediakan ribuan lowongan kerja dalam Job Fair Sehati

"Biaya SKCK, ditanggung oleh kami. Kemudian pembuatan kartu kuning, dan keterangan sehat juga, tidak ada yang berbayar. Kalau sudah masuk kerja, gratis, nggak usah bayar, kalau bayar, lapor sama saya," katanya.

Pemkab Karawang menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta sejumlah HRD perusahaan untuk membantu proses penerimaan calon tenaga kerja yang masuk dalam Desil 1-3.

Namun ia menegaskan, peluang diterima bekerja di perusahaan tetap bergantung kepada masing-masing calon tenaga kerja. Sebab pihak perusahaan memiliki standarisasi tertentu dalam rekrutmen tenaga kerja.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026