Kota Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melaporkan dugaan pencemaran kali Bekasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) setelah mendapati air sungai kembali berwarna hitam serta menimbulkan bau tidak sedap.
"Tim kami mendeteksi aliran air berwarna hitam dan berbau menyengat sejak 30 Agustus di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih di Bekasi, Rabu.
Dia menyatakan pemantauan dilanjutkan tim usai mendeteksi temuan dimaksud. Sehari setelahnya, aliran air terpantau bergerak perlahan menuju wilayah Kota Bekasi akibat debit sungai yang sangat kecil.
"Sehari kemudian atau pada 1 September kemarin, kondisi air di Bendungan Presdo terpantau mulai berbusa dan mengeluarkan aroma tidak sedap," ujarnya.
Baca juga: Dinas LH Bekasi kewalahan ungkap pelaku pencemar Kali Cilemahabang
Mendapati fakta tersebut, pihaknya pada hari ini langsung melaporkan temuan terbaru tersebut kepada Kementerian LH disertai data hasil pemantauan dan kegiatan susur sungai bersama Komunitas Peduli Ciliwung-Cikeas (KP2C) dan TNI AL pada pekan lalu.
Sebelumnya, hasil pengujian UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas LH Kota Bekasi terhadap sampel air yang diambil pada akhir Juli 2026 menunjukkan sejumlah parameter kualitas air melebihi baku mutu antara lain TSS, BOD, COD, penurunan DO, kandungan nikel, seng, tembaga serta Fecal Coliform.
Atas dugaan pencemaran lintas wilayah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga telah meminta fasilitasi pengawasan kepada Dinas LH Provinsi Jawa Barat yang ditindaklanjuti melalui forum rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait untuk membahas langkah penanganan pencemaran.
Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Bekasi pasang kubus apung di Kali Cijambe kurangi pencemaran
Salah satu tindak lanjut yang disepakati adalah pengawasan terhadap industri, pengawasan izin pemanfaatan air serta usulan pengawasan lapangan terhadap dugaan pembuangan limbah ilegal melalui pipa siluman meski hingga kini keberadaan pipa tersebut belum ditemukan.
Kiswatiningsih memastikan pemantauan dan koordinasi lintas wilayah bersama KLH/BPLH RI terus dilakukan untuk mendorong penindakan terhadap sumber pencemaran yang diduga berasal dari wilayah hulu sekaligus dalam rangka upaya mempercepat pemulihan kualitas maupun ekosistem kali Bekasi.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.