Belum diketahui motifnya apa, kami masih mendalami, melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Bogor (Antara Megapolitan) - Seorang pedagang plastik di Pasar Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, tewas mengenaskan setelah tertebas oleh samurai miliknya sendiri, dalam perkelahian yang terjadi, Selasa.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan Nugraha, mengatakan peristiwa penyerangan terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB saat aktivitas Pasar Bogor sedang berlangsung.

"Belum diketahui motifnya apa, kami masih mendalami, melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi," katanya.

Ia mengatakan, perkelahian melibatkan tiga orang yakni Kusnali (42) dan anaknya Riski (17) dengan Rusyandi (48) pedagang plastik yang melakukan penyerangan awal.

Kronologis kejadian, saat Kusnali dan anaknya Riski duduk-duduk di pedestrian Jalan Otista depan Pasar Bogor, tidak jauh dari gerbang utama Kebun Raya Bogor. Tiba-tiba, datang lima orang termasuk Rusyandi mengamuk dan menyerang anak Kusnali terlebih dahulu.

Karena tidak terima anaknya diserang, Kusnali melakukan perlawanan dan mencoba merebut samurai dari tangan pelaku penyerangan. Baku hantam terjadi antara keduanya di Jembatan Otista.

Keduanya saling menyerang menggunakan samurai yang direbut, hingga akhirnya penyerang Rusyandi tersungkur dan meninggal dunia setelah tertebas dengan samurai miliknya.

"Rusyandi tewas setelah dibacok dengan samurai di bagian kepala, sedangkan Kusnali dan anaknya mengalami luka serius akibat bacokan samurai," katanya.

Saat ini bapak dan anak tersebut dirawat di rumah sakit PMI Bogor, luka sangat serius dialami oleh sang anak yang mengalami duka robek akibat tebasan samurai seperti di bagian tangan, kepala dan tubuhnya. Luka serius juga dialami oleh bapaknya.

Untuk mengetahui motif dari penyerangan tersebut, aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi jasat korban serta membawa korban luka-luka ke rumah sakit terdekat.

Belum diketahui pasti penyebab penyerangan terjadi, beredar informasi, penyerangan dipicu karena rebutan lahan parkir dan usaha. Namun, Hendrawan membantah hal tersebut.

"Belum diketahui apakah karena rebutan parkir atau yang lain, masih kita dalami," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, aparat kepolisian melakukan patroli tertutup serta pengawasan di sekitar lokasi kejadian, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Aksi penyerangan tersebut mendapat perhatian serius Wali Kota dan Wakil wali Kota Bogor, keduanya langsung meninjau lokasi kejadian dan menginstruksikan untuk melakukan rapat terbatas untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi.

"Sore ini kita akan lakukan rapat terbatas, kita minta Polres Bogor, Dandim dan dinas terkait untuk hadir, membahas upaya antisipasi jangan sampai kekerasan seperti itu terjadi kembali," kata Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman.

Menurut Usmar, mereka yang terlibat dalam peristiwa perkelahian yang berujung kematian tersebut adalah warga dari Kabupaten Bogor. Sementara kejadian berada di Kota Bogor yang tidak jauh dari komplek Kebun Raya yang berdekatan dengan Istana Bogor.

"Kita antisipasi jangan sampai kejadian serupa terulang kembali, kita minta aparat kepolisian dan TNI untuk bersama-sama melakukan pengawasan," katanya.



Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026