Kamis, 21 September 2017

Tim Manajemen Movenpick Hotels and Resorts Kunjungi Indonesia

id Tim Manajemen Mövenpick Hotels and Resorts Kunjungi Indonesia , Mövenpick Hotels & Resorts, Bali, wisata
Tim Manajemen Movenpick Hotels and Resorts Kunjungi Indonesia
Soegianto Nagaria, Director PT Summarecon; Olivier Chavy, President & CEO Movenpick Hotels & Resorts; Edwin Halim, Head of Project Development Samasta Jimbaran Bali (Kiri ke kanan). (ist) (1)
Kami berambisi untuk meluaskan keberadaan kami dengan cepat melalui target mengelola paling tidak lima hotel, resor dan residence di seluruh Indonesia selama kurun waktu lima tahun ke depan.
Jakarta, (Antara Megapolitan) - Anggota komite eksekutif Movenpick Hotels & Resorts mengunjungi Indonesia sejalan dengan rencana ekspansi perusahaan perhotelan global tersebut terutama pada negara di mana industri pariwisatanya meningkat.   

"Kami berambisi untuk meluaskan keberadaan kami dengan cepat melalui target mengelola paling tidak lima hotel, resor dan residence di seluruh Indonesia selama kurun waktu lima tahun ke depan," kata Presiden dan CEO Oliver Chavy dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Presiden dan CEO Oliver Chavy serta Chief Development Officer Andrew Langdon singgah di Bali selama dua hari (5-6 September) pada akhir acara Grand Tour of Asia yang berlangsung selama dua setengah minggu.   

Selama kunjungannya di Indonesia, Chavy dan Langdon menyempatkan untuk datang ke Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali yang baru saja dibuka, selain menjadi pembicara pada acara penting dalam dunia pariwisata yaitu Tourism, Hotel Investment & Networking Conference (THINC), yang diadakan di Bali pada 6-7 September.  
 
Indonesia adalah pasar penting yang strategis Movenpick Hotels & Resorts karena Asia telah menjadi pijakan utama dalam rencana ekspansi secara global. Lebih dari 13,6 miliar dolar AS telah diinvestasikan pada industri perjalanan dan pariwisata di negara ini pada tahun 2016.

Hingga kini, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 10 hotel dan resor di tujuh destinasi di kawasan Asia. Selain properti di Indonesia, perusahaan ini pun mengelola lima hotel dan resor di Thailand dan masing-masing sat properti di China, Vietnam, Filipina dan Sri Lanka.

Sudah ada kesepakatan pembangunan 17 proyek baru yang semuanya akan dibuka pada 2020 mendatang, sehingga meningkatkan portofolio di Asia hingga 27 properti, dengan tujuan utama meningkatkan hingga 30 hotel dan resor di wilayah tersebut pada akhir decade mendatang.   

Proyek yang telah disepakati terdapat di Vietnam (lima), Thailand (empat), Malaysia (tiga), Bangladesh (dua) dan masing-masing satu di China, Filipina dan Maladewa. 

"Target kami memiliki setidaknya 30 properti di bawah manajemen kami di Asia pada akhir decade mendatan, maka kamipun berharap adanya kegiatan perkembangan properti di benua ini akan menambah persentase yang signifkan pada portofolio keseluruhan kami," ujar Langdon.   

Editor: Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga