Rabu, 20 September 2017

Yenny Wahid: Masyarakat Pertimbangkan Kinerja Dalam Memilih

id Yenny Wahid : Masyarakat Pertimbangkan Kinerja Dalam Memilih, Direktur Wahid Institute, UI, Universitas Indonesia, Depok, intoleran, toleran, Ahok, pi
Yenny Wahid: Masyarakat Pertimbangkan Kinerja Dalam Memilih
Direktur Wahid Institue, Yenney Wahid ketika memaparkan hasil survei survei Intoleransi dan Radikalisme Sosial Keagamaan di Kalangan Muslim Indonesia tahun 2016 di FISIP UI Depok, Kamis. (Antara Foto/Feru Lantara).
Kalau orang mempunyai kinerja bagus maka orang akan memilihnya.
Depok  (Antara Megapolitan) - Direktur Wahid Isntitute, Yenny Zannuba Wahid, mengatakan isu agama bukan lagi menjadi isu prioritas di masyarakat ketika harus menentukan pemimpin karena kinerja masih menjadi pertimbangan orang dalam memilih.

"Kalau orang mempunyai kinerja bagus maka orang akan memilihnya," kata Yenny usai memaparkan hasil survei Intoleransi dan Radikalisme Sosial Keagamaan di Kalangan Muslim Indonesia tahun 2016 di FISIP UI Depok, Kamis.

Yenny mengatakan isu kinerja yang menjadi pilihan masyarakat hanya berlaku untuk tingkat menteri ke bawah sesuai dengan hasil survei.

"Pemilihan gubernur, bupati maupun wali kota yang dipakai ukuran adalah kinerja yang menjadi faktor utama," katanya.

Namun untuk pemilihan presiden, lanjut dia, isu primordial masih sangat penting dalam masyarakat.

"Asal agama dan suku masih menjadi penting, ini sikap masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pada Pilkada yang baru dilaksanakan, Indonesia punya kekuatan ketahanan warganya, ini terbukti dengan isu agama tak terlalu kuat dalam Pilkada DKI Jakarta ketika dihadapkan isu kinerja yang diwakili oleh Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Pemilih masih memberikan ruang prioritas isu kinerja dibandingkan isu agama," tegasnya.

Yenny memprediksi pada putaran kedua isu agama dan kesukuan akan makin kencang karena adanya sosial media, karena masyarakat tak kritis ketika menerima isu tersebut dengan ditelan mentah-mentah.

"Akan lebih banyak hoax dan provokasi lewat sosmed itu prediksi saya," tegasnya.

Pilkada DKI Jakarta, kata dia, jika tersebar keseluruh dunia maka persepsi dunia agak berubah terhadap Indonesia yang saat ini seolah-olah Indonesia tak toleran.

Dikatakannya, berita tentang Pilkada DKI Jakarta putaran pertama menunjukkan bahwa orang Indonesia lebih berpikir kinerja itu penting, karena perspektif hasil pilkada putaran pertama orang Indonesia menunjukkan memilih kinerja.

"Apakah berita ini tersiar atau tidak keluar negeri, jika tersiar bahwa orang Indonesia lebih memilih kinerja dalam memilih dibanding isu agama maka persepsi dunia terhadap Indonesia akan berubah," ujarnya.

Editor: Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga