Sabtu, 25 Februari 2017

Pasar Tradisional Karawang "Diserbu" Ikan Asin Impor

id Ikan asin impor, Pasar Tradisional, Rengasdengklok, Thailand, Filipina, pasokan ikan asin lokal, industri rumahan, Pasar Johar, karawang
Pasar Tradisional Karawang
Ilustrasi - Salah satu Lapak pedagang ikan asin. (Foto Antara/ Linna Susanti/Dok)
Pasokan ikan asin lokal sangat terbatas. Itu terjadi sejak sebulan terakhir.
Karawang (Antara Megapolitan) - Ikan asin impor "menyerbu" Pasar Tradisional Rengasdengklok Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak sebulan terakhir menyusul berkurangnya pasokan ikan asin lokal.

"Pasokan ikan asin lokal sangat terbatas. Itu terjadi sejak sebulan terakhir," kata Ahmad Hanafi, salah seorang pedagang ikan asin Pasar Rengasdengklok Karawang, Selasa.

Beberapa pedagang ikan asin di Pasar Rengasdengklok,

Karawang, Selasa, mengaku memilih ikan asin impor asal Thailand dan Filipina karena terbatasnya pasokan ikan asin lokal.

Diakuinya, para pedagang di pasar tersebut terpaksa memilih untuk menjual ikan asin impor, karena pasokan ikan asin lokal sangat terbatas.

Ia mengaku biasanya mendapatkan ikan asin dari pelaku industri rumahan di wilayah Ciparage, Karawang. Tetapi saat ini cukup minim pasokan ikan asin dari industri rumahan.

Selama sebulan terakhir ini, Ahmad mengaku harus membeli ikan asin langsung dari distributor ikan asin di Pasar Johar yang menjual berbagai jenis ikan asin impor.

Untuk harganya diakuinya cukup tinggi. Seperti ikan asin belahan harganya mencapai Rp60-70 ribu per kilogram serta ikan asin teri Rp45-50 ribu per kilogram.

Terkait dengan tingginya harga ikan asin impor, Ahmad mengakui hal tersebut banyak dikeluhkan pelanggan atau konsumen.

"Pelanggan juga mengurangi ikan asin yang dibelinya.

Seperti biasanya membeli 1 kilogram, dikurangi jadi setengah atau seperempat kilogram akibat cukup tingginya harga ikan asin itu," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga