Sukabumi, (Antaranews Bogor) - Ratusan warga di Kecamatan Bantargadung harus menggunakan air sungai untuk minum dan kebutuhan rumah tangga seperti mencuci, mandi dan lainnya, akibat kemarau panjang di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Kami terpaksa menggunakan air sungai yang sudah mulai mengering ini untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari minum, kebutuhan rumah tangga dan mandi, cuci serta kakus," kata salah seorang warga Parmin kepada wartawan, Rabu.

Warga Kampung Cijarian dan Babakansirna, Desa Bojonggaling, kecamatan setempat, warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga bulan yang lalu. Bahkan, air Sungai Cijarian yang melintas di pemukiman warga pun sudah mulai mengering.

Menurutnya, untuk mendapatkan air tersebut ia dan keluarganya harus berjalan sekitar 300 meter menuruni tebing terjal, karena sudah tidak ada air lagi yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan mandi. Selain itu, setiap harinya ia mengambil air tersebut sebanyak tiga kali, bahkan untuk kebutuhan MCK pun harus tercampur dengan warga lain dan air tersebut juga digunakan untuk minum.

Lebih lanjut, untuk saat ini sumur miliknya juga sudah tidak bisa digunakan karena kering dan walaupun ada airnya tetapi bau dan tidak bisa digunakan sama sekali. Selain itu, setiap musim kemarau warga di desa kerap menggunakan air Sungai Cijarian untuk kebutuhan rumah tangganya.

"Kami hanya bisa berharap pemerintah segera membuat fasilitas air bersih di desa kami, karena hampir setipa tahun bahkan sepanjang tahun warga di sini harus menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-harinya," tambahnya.

Selain Parmin, warga lainnya, Rita juga mengeluh harus turun tebing hanya untuk mengambil air. Karena selama ini khususnya musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air bersih dan walaupun musim hujan warga juga tetap menggunakan air sungai karena tidak ada fasilita MCK dan penampungan air bersih.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengatakan sampai saat ini sudah ada enam kecamatan yang melaporkan kesulitan air bersih salah satunya di Kecamatan Bantargadung.

Bahkan, pihaknya juga menetapkan status siaga bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Sukabumi mulai 8 September hingga 8 Desember 2014. "Kami juga sudah mulai menyalurkan bantuan seperti selang dan pompa di daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026