Cibinong (Antaranews Bogor) - Wakil Bupati Bogor Nurhayanti meminta penyelenggara Pemilu Presiden 2014 di daerah itu segera melengkapi kekurangan surat suara sebanyak 12 ribu.

"Masih ada waktu untuk melengkapi (kekurangan) itu, yang terpenting sehari sebelum pemungutan suara kita sudah siap melakasanakan Pemilu," katanya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Ketika meninjau pendistribusian surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Gedung Kesenian, Cibinong, ia mengatakan bahwa terkait hal itu, pihaknya memantau langsung pendistribusian surat suara ke seluruh kecamatan.

"Kita ingin memastikan agar tidak ada masalah yang berarti, meskipun masih ada kekurangan surat suara sebanyak 12 ribu itu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bogor yang memiliki hak suara bisa menggunakannya pada 9 Juli mendatang.

"Bagaimanapun, ini adalah momentum kita berpartisipasi dalam demokrasi dan memilih pemimpin yang terbaik," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap pelaksanaan Pemilu bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan-gangguan.

"Sehingga pada saatnya, warga bisa memberikan hak pilihnya dengan aman dan nyaman di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor Yana Nurheryana, menjelaskan meski ikut mengawasi pendistribusian surat suara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, pihaknya tetap fokus pada daftar pemilih di daerah itu.

Apalagi, kata dia, masih ada masalah yang menyangku soal daftar pemilih.

"Hari ini KPU sudah mulai mendistribusikan surat suara ke seluruh kecamatan se-kabupaten Bogor. Proses ini akan kita awasi secara bersama-sama," tuturnya.

"Meski demikian sampai saat ini kita masih fokus pada daftar pemilih. Karena masih ada masalah di beberapa kecamatan," tambahnya.

Di antaranya, kata dia, di Kecamatan Cigombong, Ciseeng, Nanggung, dan Gunung Sindur.

"Kami pun tetap berupaya agar persoalan ini bisa diatasi, sehingga tidak berdampak buruk pada Pilpres 9 Juli nanti," ujarnya.

Sedangkan Wabup Nurhayanti menambahkan semua proses peninjauan dan pemantauan pihaknya bersama penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Panwaslu, adalah untuk memastikan agar hingga sehari sebelum pemungutan suara, tidak ada permaslahan yang berarti, sehingga semua berjalan lancar.

Pilpres 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres-cawapres, yaiTu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.



Pewarta: Andi Jauhari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026