Purwakarta (ANTARA) - Insan Kejaksaan Negeri Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat turun ke sawah ikut menanam padi kawal program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen (menjaga tanaman pertanian) di Desa Ciracas, Kecamatan Pedes, Purwakarta, Rabu.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Yudhi Kurniawan, di Karawang , Rabu, mengatakan melalui Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen, Kejaksaan Negeri Purwakarta ingin menegaskan bahwa institusinya tidak hanya hadir sebagai penegak hukum. Tetapi juga ingin menjadi sahabat dan mitra strategis bagi para petani.
Ia menegaskan menyampaikan penegakan hukum modern dan humanis tidak boleh hanya berhenti di balik dinding ruang persidangan.
"Hukum harus hadir secara nyata, menyapa masyarakat secara langsung, sekaligus menjadi pelindung dalam kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Kejaksaan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra strategis para petani. Pihaknya mengajak seluruh lapisan petani untuk saling bergenggaman tangan tangan dan bersinergi sebagai garda terdepan ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen ini memadukan semangat kepastian hukum dengan upaya pencegahan potensi penyimpangan tata kelola di sektor pertanian.
Disebutkan, program tersebut juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sunda yang menjunjung penghormatan terhadap alam, tanah, serta asas kekeluargaan.
Ia berharap setiap benih padi yang ditanam dalam kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan panen bagi masyarakat. Lebih dari itu, benih yang ditancapkan ke bumi Purwakarta diharapkan juga menjadi simbol tumbuhnya keadilan, kepastian hukum, dan kesadaran bersama untuk menjaga serta memakmurkan tanah.
"Semoga setiap benih padi yang kita tancapkan ke bumi Purwakarta hari ini melahirkan bulir-bulir keberkahan, semoga benih ini tidak hanya memupuk ketahanan pangan, tetapi juga menyemaikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan kesadaran kolektif untuk terus menjaga serta memakmurkan bumi Purwakarta," sambung Yudhi.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi gagasan Program Jagaraksa Tatanen yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Purwakarta.
Menurut dia, program tersebut menjadi pengingat penting bahwa salah satu benteng pertahanan ekonomi berada di desa.
Salah satu kekuatan utama desa, kata dia, adalah sektor pertanian yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Ia menilai, saat ini masih ada sebagian masyarakat desa yang mulai meninggalkan sektor pertanian dan memilih mengejar pekerjaan lain yang belum tentu memberikan kepastian. Padahal, pertanian merupakan salah satu warisan yang telah lama menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Selain menjadi pengingat pentingnya menjaga sektor pertanian, bupati juga menilai kehadiran Kejaksaan melalui program tersebut juga dapat memberikan rasa aman kepada para petani.
Ia menyebutkan, tidak sedikit masyarakat yang melakukan kesalahan bukan karena memiliki niat buruk, melainkan karena kurang memahami aturan dan ketentuan hukum.
Karena itu, kehadiran jaksa secara langsung di tengah masyarakat dinilai dapat memberikan pencerahan dan pemahaman hukum kepada para petani.
Melalui Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen, kolaborasi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti di sawah Desa Ciracas.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat sektor pertanian, memberikan kepastian hukum kepada petani, sekaligus menjaga ketahanan pangan dari desa untuk Purwakarta hingga tingkat nasional.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.