Karawang (ANTARA) - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), menyebutkan realisasi luas tambah tanam areal persawahan di wilayah Karawang hingga Agustus tahun 2026 mencapai sekitar 17 ribu hektare.
"Realisasi luas tambah tanam areal persawahan ini cukup tinggi di Jawa Barat. Tapi masih di bawah target," kata Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Mahmud di Karawang, Rabu.
Ia mengatakan capaian realisasi luas tambah tanam itu sesuai dengan hasil pemetaan yang telah dilakukan.
Luas tambah tanam tersebut merupakan program strategis dan indikator dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk meningkatkan luas areal tanam dan produksi pangan nasional. Selain itu juga sebagai optimalisasi lahan pertanian guna mewujudkan swasembada pangan.
Ia mengatakan capaian realisasi luas tambah tanam di Karawang yang mencapai sekitar 17.000 hektare hingga Agustus 2026 cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat.
Namun diakui capaian realisasi tersebut masih di bawah target potensi luas tambah tanam yang sebelumnya ditetapkan mencapai 17.447 hektare.
"Kondisi tidak mencapai target ini karena kemarau yang memicu berkurangnya pasokan air ke saluran irigasi sekunder dan tersier," katanya.
Ia berharap pada September ini luas tambah tanam areal persawahan di Karawang bisa bertambah, menembus angka 25.631 hektare.
Luas tambah tanam itu, lanjutnya, merupakan langkah strategis yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi pertanian. Artinya, dengan meningkatkan luas lahan yang ditanami, petani dapat meningkatkan produksi dan pendapatan mereka.
Ia mengatakan salah satu manfaat luas tambah tanam yang dapat di rasakan oleh petani yakni dapat meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Selain itu, ia mengatakan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui penjualan hasil pertanian. Manfaat lainnya menjaga ketersediaan pangan di masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.