Depok (Antaranews Bogor) - Dosen Adminsitrasi Publik FISIP Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono menyayangkan debat calon Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak membahas soal usaha kandidat dalam meningkatkan pendapatan pajak.

"Padahal pendapatan pajak selama beberapa tahun ini bisa mencapai 70 persen dari proporsi pendapatan negara," katanya ketika ditemui di Kampus UI Depok, Senin.

Menurut dia, dalam visi-misi kedua kandidat Presiden tersebut juga dibahas mengenai rencana mereka untuk menaikkan rasio pajak dimana Prabowo ingin menaikkan rasio pajak terhadap PDB dari 12 persen menjadi 16 persen, sedangkan Joko Widodo juga mentargetkan rasio pajak menjadi 16 persen.

Dikatakannya, pada April 2014 saat mantan Dirjen Pajak Hadi Purnomo ditetapkan sebagai tersangka, Jokowi pernah mengangkat wacana bahwa Direktorat Pajak dijadikan lembaga yang langsung di bawah presiden.

"Dengan dijadikan Direktorat Pajak lembaga independen akan menjadi bahan diskusi yang menarik bagi kedua kandidat Presiden untuk meningkatkan pendapatan pajak yang pada tahun 2013 mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun," katanya.

Terlebiih Dirjen Pajak Fuad Rachmany mengatakan bahwa potensi pajak bisa diperbanyak karena saat ini pegawai pajak yang jumlahnya 33.000 hanya seperempat jumlahnya dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman yang jumlah wajib pajaknya jauh lebih kecil.

Vishnu mengatakan secara umum debat antara Calon Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Prabowo Subianto berlangsung relatif seimbang. Kekuatan Prabowo adalah pada format paparan umum mengenai kebijakan ekonomi yang akan dijalankannya yang berfokus pada penyelamatan kekayaan negara.

Ia mengatakan fokus pada penyelamatan kekayaan negara inilah maka keluar angka fantastis bahwa APBN bocor sebesar Rp1.000 triliun per tahun, bahkan mengutip pernyataan Ketua KPK yang memperkirakan kebocoran mencapai Rp7000 triliun per tahun.

Prabowo tanpa teks menyampaikan data-data statistik mengenai program yang akan dilaksanakannya pada bidang ekonomi dalam 5 tahun kedepan seperti pembangunan 3.000 kilometer jalan, 4.000 km rel kereta api dan mencetak 2 juta hektare lahan pertanian.

Pemilu Presiden yang berlangsung pada 9 Juli 2014 akan diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Pewarta: Feru Lantara
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026