"Ini upaya antisipasi. Selama ini belum ada kasus rabies di wilayah Bogor. Tapi kita berada di wilayah yang belum bebas rabies seperti Cianjur, Sukabumi,"Bogor (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mencegah rabies dengan melakukan vaksinasi ke sejumlah hewan peliharaan anjing dan kucing di wilayah tersebut.
"Vaksinasi dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Bogor," ujar Teni Dwi Noviani pelaksana Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat kesehatan hewan dan ikan wilayah VI Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat ditemui disela-sela kegiatan vaksinasi, Senin.
Teni menyebutkan kerja sama dalam memberikan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan baru dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Peternakan dan Perikanan dengan IPB.
Menurut dia vaksinasi rabies perlu dilakukan untuk mencegah terjadi serangan hewan peliharaan yang terjangkit virus rabies terhadap manusia dan penyebaran virus tersebut ke hewan peliharaan di wilayah Kabupaten Bogor.
"Ini upaya antisipasi. Selama ini belum ada kasus rabies di wilayah Bogor. Tapi kita berada di wilayah yang belum bebas rabies seperti Cianjur, Sukabumi," ujarnya.
Selain vaksinasi rabies, vaksinasi juga dilakukan untuk unggas, dan hewan ternak lainnya, dalam upaya meningkatkan kesehatan hewan agar terhindar dari penyakit seperti flu burung maupun antraks.
Teni menyebutkan lima kecamatan tempat dilangsungkannya vaksinasi tersebut berada di wilayah Puskeswanka wilayah VI yakni Kecamatan Dramaga, Tanjung Sari, Ciomas, Ciampea, dan Tenjo Laya.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Pengabdian Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Drh Chaerul Basri, M.Epid menyebutkan, pihaknya menyebarkan sebanyak 59 mahasiswa yang dibagi dalam lima kelompok dalam melakukan vaksinasi tersebut.
"Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat. Kami (IPB) berupaya agar keberadaan Kedokteran Hewan IPB dapat memberikan kontribusi di masyarakat, salah satu upayanya dengan cara ini," kata Chaerul.
Chaerul menyebutkan, ide menggelar vekasinasi rabies diawalai dari terjadinya kasus seekor anjing yang menyerang mahasiswa di komplek kampus tersebut beberapa minggu yang lalu.
"Melihat kondisi itu, kami (IPB) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyebar mahasiswa KOAS untuk melakukan pengobatan atau vaksinasi ke sejumlah wilayah, tidak hanya untuk rabies, tapi juga untuk unggas, dan hewan ternak lainnya," ujarnya.
Teni menambahkan, kerja sama ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya mencegah rabies dan penyakit hewan ternak lainnya.
Ia mengatakan, untuk vaksinasi rabies, Pemkab Bogor telah memprogramkan setahun sekali sedangkan flu burung setiap dua kali setahun.
"Kami merasa terbantu dengan adanya kerja sama dari IPB ini. Adanya mahasiswa yang membantu vaksinasi hewan di wilayah Kabupaten Bogor. Kami akui memang kurang tenaga, untuk satu Puskeshewan hanya ada dua petugas yang membawahi lima kecamatan," ujarnya.
Dalam kegiatan vaksinasi rabies tersebut, sejumlah mahasiswa calon dokter hewan IPB disebar mendatangi rumah-rumah warga dan mengecek kondisi hewan peliharaan yang ada.
Hewan tersebut diberi vaksin Rabisin untuk hewan anjing dan kucing, dan jika memungkin terdapat monyet juga akan diberikan dengan cara disuntik.
Rabies merupakan penyakit hewan menular yang menyerang dari susunan syaraf pusat (otak) pada semua hewan berdarah panas (termasuk manusia). Ini disebabkan oleh virus, hewan utama penularan rabies yakni anjing, kucing dan kera.
Rabies tergolong penyakit berbahaya karena sifat penularannya berjalan cepat, dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis), belum ada obatnya, dan 90 persen kasus rabies pada manusia berakhir dengan kemantian.
Pewarta: Oleh Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.