Secara perlahan, para pengunjukrasa yang sudah melakukan aksinya sejak pagi mulai membubarkan diri setelah dilobi sejumlah petugas dari Polres Karawang dan Polres Bekasi pada Kamis siang.
Pada awalnya, pengunjukrasa diminta membuka jalur arah Jakarta menuju Cikampek yang sempat diblokir, dengan menyingkirkan batang-batang pohon yang disimpan di tengah jalur tol tersebut.
Sedangkan setelah diminta untuk membuka jalur Cikampek menuju Jakarta, para pengunjukrasa hanya membuka satu lajur dan tetap menutup dua lajur serta bahu jalan.
Setelah dilakukan lobi secara terus-menerus oleh aparat kepolisian, akhirnya para pengunjukrasa bubar dan membuka jalur arah Cikampek menuju Jakarta.
Lobi para petugas kepada pengunjukrasa itu sendiri dilakukan setelah aparat kepolisian dari Polres Karawang gagal membubarkan mereka dengan menggunakan "water canon".
Saat diserang dengan "water canon", warga justru melawan dengan melakukan aksi pelemparan batu. Setelah gagal dibubarkan polisi, warga tetap berada di ditengah jalan tol Jakarta-Cikampek tersebut.
Sementara itu, ratusan warga Karawang melakukan aksi pemblokiran jalan tol Jakarta Cikampek Kilometer 44, tepatnya di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, sejak Kamis pagi hingga siang.
Aksi pemblokiran jalan itu terjadi akibat adanya konflik tanah yang berkepanjangan antara warga setempat yang umumnya petani, dengan sebuah perusahaan besar.
Pewarta: Oleh M Ali Khumaini: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026