Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengajak masyarakat untuk menjaga hutan dan keanekaragaman hayati sebagai bentuk bertambahnya nilai ketakwaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menhut Raja Juli Antoni di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa salah satu makna Lebaran baginya adalah bertambahnya nilai ketakwaan dengan salah satu standar bahwa ketakwaan telah bertambah adalah seberapa tinggi kecintaan kita kepada hutan.
"Seberapa tinggi kecintaan kita kepada hutan, salah satu indikasi keberhasilan puasa kita dalam konteks ini adalah tingkat ketakwaan kita dengan tingkat kepedulian kita dengan hutan dan keanekaragaman hayati," kata Menhut Raja Juli Antoni.
Baca juga: Menhut minta "zero waste, zero accident" di TN sesuai arahan Presiden
Baca juga: Menhut sebut belum ada pengajuan kawasan hutan untuk huntara dan huntap
Sebelumnya, Menhut juga menyampaikan tidak melakukan open house (gelar griya) dan mengumumkan hal itu kepada jajarannya di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Dia menyebut bahwa hal itu sesuai dengan imbauan dari Presiden Prabowo Subianto.
Langkah itu diambil untuk memberikan kesempatan kepada seluruh staf dan jajaran Kemenhut untuk memanfaatkan liburan dan mudik ke kampung halaman.
Namun, di sisi lain dalam rapat koordinasi dengan para pengelola taman nasional dan taman wisata alam dia memastikan kesiapan Kemenhut menghadapi libur Idul Fitri. Secara khusus menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait "zero waste dan zero accident" atau ketiadaan sampah dan nihil kecelakaan.
Baca juga: Menhut kejar pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo dan habitat gajah lain
"Presiden Prabowo juga memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," katanya dalam pernyataan pada Rabu (18/3).
Pewarta: Prisca Triferna ViolletaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.