Jakarta (ANTARA) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia menyambut positif sinyal masuknya Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal ke dalam Kabinet Merah Putih.

Presiden FSP ASPEK Indonesia Abdul Gofur dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menilai sinyal positif tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah memberikan ruang yang lebih besar bagi representasi kaum pekerja dalam proses pengambilan kebijakan nasional.

Di samping itu, menurutnya, sinyal ini merupakan langkah maju bagi demokrasi industrial dan hubungan industrial di Indonesia.

Gofur mengatakan, selama ini gerakan buruh telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, imbuh dia, kehadiran figur yang memahami persoalan ketenagakerjaan dari lapangan akan memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan perlindungan pekerja, peningkatan kesejahteraan buruh, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, serta penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Apabila Said Iqbal dipercaya bergabung dalam jajaran kabinet, FSP ASPEK Indonesia menilai momentum tersebut dapat digunakan untuk memperkuat dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam semangat kemitraan yang konstruktif.

“Kaum buruh tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan pekerja Indonesia. Penunjukan tokoh buruh ke dalam kabinet akan menjadi simbol penting bahwa negara hadir dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan pekerja,” kata Gofur.

FSP ASPEK Indonesia juga meyakini, pembangunan ekonomi yang berkeadilan hanya dapat terwujud apabila pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan hak-hak normatif, dan terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

Pada Kamis (4/6), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.

Prasetyo, saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya saat ini masih mendiskusikan hal tersebut.

“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo.

Dia menyebut posisi yang kemungkinan akan diemban Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya, yakni isu buruh dan tenaga kerja.

“Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja,” kata dia.

Namun demikian, Prasetyo belum merinci jabatan yang akan diberikan kepada Said Iqbal. Dia menegaskan pembahasan mengenai penugasan tersebut masih berlangsung.

“Tunggu, masih didiskusikan ya,” ucapnya.



Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026