Magelang (ANTARA) - Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan Borobudur, untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Adat Budaya Nusantara yang menggaungkan persatuan untuk dunia menjadi rangkaian utama Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.
Plh Sekda Kabupaten Magelang David Rudianto di Magelang, Jumat, menyampaikan, keberagaman budaya merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia dalam membangun perdamaian dan kesejahteraan bersama.
Beragam kontingen budaya, raja-raja Nusantara, Putri Indonesia Pendidikan Tahun 2025, tokoh adat, hingga seniman hadir dari berbagai daerah untuk menyaksikan kirab adat budaya yang sarat pesan persatuan, harmoni, dan perdamaian.
Baca juga: Candi Borobudur tetap buka sampai pukul 14.00 WIB saat pelaksanaan upacara Waisak 31 Mei
Kirab budaya tersebut melintasi Jalan Medang Kamulan, Jalan Pramudyawardani, Jalan Balaputradewa hingga menuju kawasan TIC dan Candi Pawon, Borobudur. Sederet pasukan bergodo, pakaian adat, kesenian tradisional, hingga simbol budaya Nusantara ditampilkan di sepanjang perjalanan kirab.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026. Kehadiran para tokoh budaya, seniman, dan masyarakat adat dari berbagai daerah menjadi simbol kuat persatuan bangsa," katanya.
Menurutnya, Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, tetapi juga simbol peradaban yang mengajarkan harmoni, spiritualitas, dan gotong royong. Melalui kirab budaya, masyarakat diajak kembali menghidupkan nilai-nilai luhur leluhur di tengah keberagaman Indonesia.
Baca juga: Kemenbud perkuat pelestarian Borobudur melalui pemindahan arca
Baca juga: Hotel Borobudur usung program harmoni budaya Singkawang sambut Imlek-Ramadhan
Ketua Panitia Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026, Jeffrey Yunus, mengatakan festival tahun ini mengusung tema "One Light, One World" yang mencerminkan semangat persatuan umat manusia.
"Tema ini merefleksikan bahwa seluruh manusia berbagi satu cahaya dan satu kehidupan yang sama. Dari kesadaran itu lahir kasih sayang, harmoni, dan harapan membangun dunia yang lebih damai," kata Jeffrey.
Ia menyebut BPF 2026 dibangun di atas empat pilar utama, yakni unity (persatuan), harmony (harmoni), peace (perdamaian), dan prosperity (kemakmuran). Keempat nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat toleransi lintas budaya sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
"Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan untuk membentuk masa depan. Karena itu generasi muda harus ikut menjaga kelestarian budaya Nusantara," katanya.
Pewarta: Heru SuyitnoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026