Surabaya (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Juang Polri Ke-2 Tahun 2025 bertema "Dengan Semangat Hari Juang, Polisi untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju" di Surabaya, Kamis.
"Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa," kata Kapolri.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast mengatakan peringatan Hari Juang Polri mulai ditetapkan pada tahun 2024 melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/1325/VIII/2024 tertanggal 12 Agustus 2024.
Keputusan tersebut menetapkan bahwa Hari Juang Polri diperingati setiap tahun melalui upacara, serta setiap lima tahun sekali disertai tradisi kirab.
"Upacara yang kita laksanakan hari ini merupakan peringatan kedua setelah tahun lalu digelar pertama kalinya," ujar Abast.
Ia menjelaskan penetapan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri berangkat dari sejarah panjang perjuangan kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan.
Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Mohammad Jasin yang menjabat Komandan Polisi Istimewa memproklamasikan Polisi Istimewa sebagai bagian dari Polisi Republik Indonesia.
"Sejak saat itu, Polisi Istimewa aktif melucuti senjata tentara Jepang serta turut berjuang dalam peristiwa 10 November 1945 bersama arek-arek Suroboyo," katanya.
Menurut dia, jika pada peringatan perdana tahun 2024 digelar kirab tradisi dan teatrikal perjuangan maka pada tahun ini acara diwarnai dengan pemutaran film sejarah singkat tentang Mohammad Jasin serta peresmian monumen patung pahlawan Polri tersebut.
"Hal ini untuk mengingatkan kita semua agar menjadikan perjuangan dan kepahlawanan beliau sebagai teladan, sekaligus memotivasi semangat generasi penerus Polri," ujar Abast.
Upacara ini juga dihadiri pejabat utama Mabes Polri, yakni Kabaharkam Polri Irjen Polisi Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Polisi Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Polisi Imam Widodo, Kadivpropam Irjen Polisi Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Polisi Sandi Nugroho, dan Kakorlantas Irjen Polisi Agus Suryonugroho.
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf. Kemudian ada juga keluarga M. Jasin dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.
Upacara ini diikuti sekitar 977 personel. Setelah upacara, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M. Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin).
Pada kesempatan itu, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M. Jasin.
Sejarah Singkat Hari Juang Polri
Pada 21 Agustus Tahun 1945 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya, Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai bentuk kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Adapun isi dari Proklamasi Polisi yaitu ”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia”.
Setelah melakukan Ikrar Proklamasi Polisi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan Pamflet Proklamasi
Polisi. Selanjutnya pasukan Polisi Istimewa melakukan pelucutan senjata tentara Jepang dan membagikan senjata kepada para pejuang yang menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa proklamasi di Surabaya berpengaruh terhadap perjuangan di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta.
Selain itu, ikrar proklamasi polisi menjadi momentum dalam membangun semangat anggota Polri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1849.
Polri berhasil meraih peringkat tertinggi dalam voting kendaraan hias pada Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-80. Berdasarkan data sementara dari laman resmi karnavalkemerdekaan.id, Polri memperoleh 66.430 suara hingga Senin (18/8/2025), unggul dari peserta lainnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.