Jakarta (ANTARA) - International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) berkolaborasi dalam mencetak talenta farmasi berbasis riset guna meningkatkan daya saing di sektor kesehatan.

Dekan FKM UI Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu menilai kolaborasi dengan IPMG sebagai langkah esensial dalam menghubungkan teori akademik dengan realitas industri.

"Kolaborasi dengan IPMG merupakan langkah strategis FKM UI dalam menjembatani dunia akademik dan industri. Melalui program magang bersertifikat ini, mahasiswa kami tidak hanya mendapat pengalaman kerja nyata, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kontribusi industri farmasi berbasis riset terhadap kesehatan masyarakat luas," katanya.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait program magang bersertifikat dan penulisan tugas akhir di bidang kesehatan masyarakat.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Prof. Indri dan Direktur Eksekutif IPMG Ani Triana Rahardjo di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (25/5).

Kolaborasi itu selaras dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan mengakselerasi inovasi pendidikan tinggi.

Tidak sekadar menawarkan praktik kerja biasa, program tersebut secara spesifik memberikan paparan langsung kepada mahasiswa mengenai ekosistem industri farmasi berbasis riset.

 

FKM UI mengharapkan kemitraan itu menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi profesional kesehatan yang adaptif, inovatif, dan membawa dampak nyata bagi Indonesia.

Melalui kerja sama itu, IPMG beserta perusahaan anggotanya menyediakan wadah magang eksklusif bagi mahasiswa FKM UI. Peserta magang akan mendapatkan bimbingan langsung dari pakar industri farmasi berbasis riset dan dosen pembimbing FKM UI.

Sementara itu, Ketua IPMG Evie Yulin mengatakan kemitraan itu merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan masa depan kesehatan Indonesia yang lebih baik dan tangguh.

"Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi negara yang berdaya saing tinggi di sektor kesehatan. Oleh karena itu, IPMG mengambil langkah konkret untuk berkontribusi mencetak talenta muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing internasional," ucapnya.

IPMG, kata Evie, berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan akademisi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui inovasi medis yang berkualitas dan beretika tinggi.

Selain program magang, kerja sama itu juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara perusahaan anggota IPMG dan sivitas akademika FKM UI.

Berbagai kegiatan edukatif seperti career days, factory visit, dan sesi berbagi pengetahuan tentang inovasi farmasi terkini direncanakan akan diselenggarakan secara berkala.

Hal tersebut bertujuan memberikan wawasan nyata kepada mahasiswa mengenai dunia industri farmasi berbasis riset, mulai dari proses penemuan obat (drug discovery) hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Dalam kesempatan yang sama, IPMG memaparkan pentingnya keberadaan obat inovatif di Indonesia dan peranan industri farmasi berbasis riset dalam sistem kesehatan global dan nasional.

Pemaparan itu menjadi bagian dari upaya IPMG untuk meningkatkan literasi dan apresiasi generasi muda terhadap proses panjang inovasi farmasi yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IPMG gandeng FKM UI cetak talenta farmasi berbasis riset



Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026