Kota Depok (ANTARA) - Dalam memastikan kualitas sajian menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dua guru besar dari Universitas Indonesia yakni Prof.Sandra Fikawati dan Prof. Fatma Lestari, Devie Rahmawati serta Tim Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) ikut andil dalam pembuatan buku Rasa Bhayangkara Nusantara.
Kehadiran akademisi dalam penyusunan buku tersebut merupakan elemen penting dalam memperkaya substansi buku. Cakupannya sendiri tidak lepas dari gizi masyarakat, keamanan pangan, manajemen risiko, dan komunikasi kebijakan.
Dalam perannya, Prof. Sandra memasukkan aspek gizi ilmiah. Adapun Prof. Fatma hadir memberi fondasi yang kuat pada aspek keamanan pangan dan manajemen risiko.
“Keterlibatan dua guru besar FKM Universitas Indonesia dan Tim DRRC UI adalah untuk memberikan masukan terkait gizi (Prof. Fika) dan saya sendiri dalam hal keselamatan pangan (food safety). Tujuannya sebagai langkah untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar halal, sehat, bebas dari bahan berbahaya dan beracun serta memberikan nilai gizi yang optimal dalam mempersiapkan generasi Emas Indonesia," ungkap Prof. Fatma Lestari.
Prof. Fatma sendiri berpendapat bahwa Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM generasi masa depan Indonesia. Sehingga harus dipersiapkan sebaik dan semaksimal mungkin.
Buku berjudul Rasa Bhayangkara Nusantara diharapkan dapat menjadi referensi penguatan diverifikasi pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Buku ini sendiri merupakan program dari Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Dedi Prasetyo; Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
Dalam pandangannya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan buku tersebut hadir dengan keistimewaan bukan hanya pada menu melainkan cara bagaimana kuliner tanah air jadi jembatan pendidikan terkait gizi.
“Dari liwet yang hangat, woku yang harum, hingga papeda yang lembut, anak-anak diajak memahami keragaman budaya, menumbuhkan toleransi, dan menanamkan kecintaan pada Tanah Air.” tulis Dadan dalam kata pengantar buku.
BGN menilai kehadiran buku tersebut sebagai cara baru dalam pembangunan bangsa dengan perhatian yang nyata. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sendiri secara praktiknya menyatakan terus menjunjung standar tinggi.
Baca juga: BGN bangun 8.200 SPPG di daerah terpencil penuhi kebutuhan MBG agar merata
Baca juga: Depok sudah bangun 100 SPPG
Dua Guru Besar UI susun buku Rasa Bhayangkara Nusantara untuk menu MBG
Rabu, 10 Desember 2025 16:48 WIB
Dua Guru Besar UI susun buku Rasa Bhayangkara Nusantara untuk menu MBG. ANTARA/istimewa
