Jakarta (ANTARA) - Kurator foto senior Oscar Motuloh menilai buku dan pameran foto jurnalistik “Ursyalim” karya pewarta foto ANTARA Muhammad Adimaja menghadirkan makna spiritual dan kemanusiaan Kota Yerusalem yang dekat dengan pesan perdamaian dalam film sejarah “Kingdom of Heaven”.
“Satu hal yang berhubungan erat, sehingga tidak ada salahnya jika kita melihat ini sebagai sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh seorang aktor film yang bernama Ghassan Massoud yang dikenal sebagai Saladin dalam film 'Kingdom of Heaven',” kata Oscar Motuloh saat pembukaan pameran di Museum ANTARA Heritage Center Jakarta, Jumat malam.
Oscar mengutip dialog ikonis dalam film berlatar Perang Salib tersebut ketika tokoh Balian dari Ibelin menanyakan arti Kota Yerusalem kepada Saladin.
“Ketika Balian bertanya mengenai arti penting kota tersebut, Saladin menjawab bahwa kota itu bukan apa-apa (nothing), namun sekaligus merupakan segalanya (everything),” ujar Oscar.
Menurut Oscar, analogi itu menggambarkan hubungan antara kefanaan duniawi dan keteguhan keyakinan manusia terhadap Kota Suci Yerusalem yang menjadi ruang spiritual tiga agama besar dunia.
Ia menilai karya foto jurnalistik Muhammad Adimaja mampu memperlihatkan realitas visual dan dinamika sosial masyarakat Palestina secara lebih dekat kepada publik Indonesia.
“Peluncuran buku dan pameran foto jurnalistik ‘Ursyalim’ dapat mengenalkan realitas visual Kota Suci Palestina kepada masyarakat Indonesia,” kata Oscar.
Acara pembukaan pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik bertajuk "Ursyalim" karya Muhammad Adimaja di Museum ANTARA Heritage Center turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari dan Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar.
Buku foto “Ursyalim” merangkum sekitar 100 karya fotografi pilihan hasil liputan langsung Muhammad Adimaja di Yerusalem pada Februari 2026.
Karya-karya tersebut merekam kehidupan sosial, ruang ibadah, serta interaksi masyarakat di tengah nilai sejarah dan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Melalui medium fotografi, pameran itu juga mengangkat pesan penting mengenai pelestarian warisan sejarah dan dorongan terhadap perdamaian di Palestina.
Pameran dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya di Museum ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, mulai 22 hingga 29 Mei 2026.
Selain menyaksikan pameran, pengunjung juga dapat memperoleh buku foto “Ursyalim” melalui pemindaian kode batang Dompet Dhuafa yang tersedia di lokasi acara.
Tak hanya pameran dan peluncuran buku, Adimaja juga akan menggelar diskusi tentang karya-karyanya di "Ursyalim" dalam acara Diskusi Taman Langit di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta pada Jumat (29/5) pukul 19.00 WIB.
Pewarta: Abdu FaisalUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026