Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan lahan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, mencukupi untuk pembangunan pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules yang ditargetkan menjadi hub regional Asia.

"Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," kata Menhub ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Menurut Dudy, pengembangan Kertajati sebagai pusat MRO merupakan salah satu program yang telah mulai digagas pemerintah sejak tahun lalu. Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar pesawat Hercules, tetapi juga berbagai jenis armada lainnya.

Baca juga: Komisi II DPRD Jabar dorong Bandara Kertajati jadi penggerak ekonomi

Ia menjelaskan salah satu rencana yang sudah berjalan adalah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Saat ini perusahaan tersebut telah mulai melakukan perencanaan terkait proyek tersebut.

"Kalau nggak salah tahun kemarin sudah mulai digagas, di antaranya dari PT GMF akan membangun pusat MRO untuk helikopter,” ujarnya.

Terkait peluang keterlibatan perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, dalam pembangunan fasilitas MRO Hercules di Kertajati, Dudy mengatakan hal itu bergantung pada kerja sama yang dijalin dalam proses pengadaan pesawat oleh Kementerian Pertahanan.

Menurut dia, dalam setiap pengadaan pesawat militer umumnya terdapat kerja sama lanjutan yang mencakup aspek pemeliharaan dan dukungan operasional. Apabila pihak pabrikan menyetujui, maka pembahasan lebih lanjut mengenai fasilitas MRO dapat dilakukan.

Baca juga: BIJB Kertajati Jawa Barat optimis target 2,5 juta penumpang per tahun terealisasi

"Kalau dari Kementerian Pertahanan itu akan melakukan pengadaan Hercules, tentunya biasanya mereka akan bekerja sama termasuk di antaranya penyelenggaraan maintenance, dan kalau memang pabrikan menyetujui ya... mereka pasti sudah ada pembicaraan lebih lanjut," tutur Dudy.

Menhub juga membuka peluang hadirnya fasilitas MRO yang melibatkan Lockheed Martin maupun pihak lain di kawasan Kertajati.

Ia menegaskan pemerintah masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung pengembangan industri perawatan pesawat di bandara tersebut.

"Oh ya, ya, sama seperti fasilitas yang lain mungkin ya untuk MRO. Lahannya cukup," tuturnya.

Selain itu, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan terkait pengembangan fasilitas MRO Hercules maupun fasilitas pemeliharaan penerbangan lainnya di Kertajati.

Baca juga: BIJB Kertajati gencarkan promosi untuk tingkatkan penerbangan umrah

"Oh iya tentunya kan pasti harus ada koordinasinya. Pasti kita akan berkoordinasi dengan Kemenhan untuk fasilitas MRO, apapun ya kita akan berkoordinasi," imbuh Dudy.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana menyiapkan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagai pusat MRO pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.

Hal tersebut dilakukan Kemenhan RI setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pentagon, Amerika Serikat itu, Pete menyampaikan niatnya untuk membangun pusat pemeliharaan mesin pesawat Hercules.

"Saat ini, terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules. Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (20/5).

 



Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026