Cianjur (ANTARA) - Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan 4.303 ekor hewan ternak di peternakan dan kelompok peternak bebas dari penyakit karena sudah mendapatkan pemeriksaan dan diberikan vaksin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterniner DPKHP Kabupaten Cianjur Ade Dadang Kusmayadi di Cianjur, Kamis, mengatakan, pihaknya terus menggencarkan program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha.

Program tersebut menyasar peternakan dan kelompok peternak serta bandar atau pedagang hewan kurban yang ada di sejumlah wilayah di Cianjur guna memastikan hewan ternak yang mereka pelihara bebas dari berbagai penyakit.

"Pemeriksaan dan pemberian vaksinasi pada hewan kurban di setiap bandar atau pedagang untuk memastikan hewan kurban terutama sapi terbebas dari PMK dan penyakit hewan lainnya," kata dia.

Pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban rutin dilakukan hingga akhir bulan Mei atau setelah penyembelihan di mana pihaknya akan melakukan pemeriksaan daging dan jeroan hewan setelah disembelih guna dinyatakan layak konsumsi.

Termasuk pengawasan terhadap peternakan atau kelompok peternak yang menambah stok hewan kurban dari luar menjelang Idul Adha akan disarankan melakukan karantina terpisah setelah mendapat pemeriksaan dan pemberian vaksin.

"Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap tambahan stok hewan kurban yang baru masuk, dimana sebagian besar dalam kondisi sehat namun ada yang letih setelah dikirim dari luar Cianjur, sehingga diminta dilakukan karantina terpisah," katanya.

Pengawasan terhadap ternak dilakukan sejak awal April melalui pemeriksaan intensif yang melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di sejumlah wilayah mulai dari utara hingga selatan Cianjur ke peternakan atau kelompok peternak.

“Petugas kesehatan rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik perusahaan atau kelompok peternak sejak awal bulan lalu, dan digencarkan sejak satu pekan terakhir hingga akhir bulan Mei termasuk memberikan vaksin ketika dibutuhkan," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya hewan ternak yang terpapar penyakit, sehingga pengawasan difokuskan pada ternak yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berbagai langkah antisipasi dilakukan agar kasus wabah PMK yang sempat terjadi pada tahun 2022 tidak kembali terulang termasuk di Cianjur, sehingga setiap peternakan atau kelompok ternak yang menambah stok dari luar kota diminta melapor ke petugas.



Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026