Kabupaten Bogor (ANTARA) - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) mendukung target Indonesia bebas limbah Polychlorinated Biphenyls (PCBs) pada 2028 melalui pengoperasian fasilitas pengolahan limbah PCBs di Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Direktur Operasional PPLI Tetsuya Yumoto mengatakan fasilitas tersebut menjadi satu-satunya pengolahan limbah PCBs di Indonesia dan dibangun melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

“Di Indonesia, PPLI merupakan satu-satunya perusahaan yang memiliki fasilitas pengolahan limbah PCBs. Limbah PCBs merupakan limbah beracun dan berbahaya. Melalui fasilitas ini, kami mendukung target pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia bebas PCBs pada tahun 2028 sesuai Konvensi Stockholm,” kata Yumoto dalam The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan PPLI menghadirkan fasilitas pengelolaan limbah terpadu atau Comprehensive Waste Management Facility yang mampu menangani pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir.

Menurut dia, layanan tersebut meliputi pengemasan limbah, pengangkutan menggunakan armada berizin, proses pengolahan kimia dan fisika, hingga pembuangan akhir di fasilitas landfill berstandar internasional.

“Kami menyediakan layanan one-stop service bagi pelanggan mulai dari pengemasan limbah, pengangkutan menggunakan armada berizin, proses pengolahan secara kimia dan fisika, hingga pembuangan akhir di fasilitas landfill berstandar internasional,” ujarnya.

PPLI juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material bernilai dari limbah industri untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan mitra.

“Kami terus mendorong inovasi agar limbah yang kami kelola dapat dimanfaatkan kembali semaksimal mungkin, baik sebagai bahan baku alternatif maupun sumber energi terbarukan,” kata Yumoto.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Jepang DOI Kentaro menegaskan komitmen Jepang memperkuat kerja sama lingkungan dengan Indonesia melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga mencakup berbagai sektor penting lainnya seperti pengelolaan debu, konservasi tanah, dan tata guna lahan,” ujar Doi.

Ia menilai sistem pemulihan panas industri atau waste heat recovery system menjadi salah satu solusi yang mampu mendukung dekarbonisasi industri sekaligus menyediakan pasokan listrik mandiri bagi pabrik.

Sebagai bagian dari rangkaian Indonesia-Japan Environment Week, Doi Kentaro juga mengunjungi fasilitas pengelolaan limbah PPLI di Gunung Putri, Bogor, pada 11 Mei 2026.

Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam pengembangan teknologi pengelolaan lingkungan dan industri berkelanjutan.


 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026