Jakarta (ANTARA) - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat, menjadi ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menilai dampak kebijakan pemerintah.

Salah satu buruh PT Mayora Indah asal Tangerang, Ahmad Zainuddin, mengaku mulai merasakan dampak dari sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo. Ia menilai kehadiran Presiden dalam peringatan May Day memberikan makna tersendiri bagi para pekerja.

“(Presiden hadir) menurut saya maknanya sangat bagus ya, terutama buat para buruh di Indonesia. Untuk memeriahkan juga aspirasi masyarakat soal buruh di Indonesia,” ujar Ahmad.

Baca juga: Presiden umumkan pembentukan Satgas Mitigasi PHK guna lindungi pekerja

Ia menyebut sejumlah kebijakan pemerintah mulai dirasakan, meski belum sepenuhnya merata di kalangan pekerja.

Namun demikian, Ahmad menilai masih terdapat tantangan yang dihadapi buruh, terutama terkait kesejahteraan dan biaya hidup, seperti transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia berharap adanya peningkatan upah maupun tunjangan.

“Tantangannya ya bagi kami para buruh, untuk gaji karyawan, untuk pemerintah tolong dinaikkan lagi,” katanya.

Baca juga: Presiden targetkan 6 juta nelayan sejahtera melalui 1.386 Kampung Nelayan

Ahmad juga berharap pemerintah ke depan lebih memperhatikan perlindungan bagi pekerja.

Ia menambahkan, program-program pemerintah yang dinilai berdampak positif diharapkan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk dalam memperkuat perlindungan pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Harapan Bapak Presiden lanjut dua periode ya untuk bangsa Indonesia. Terutama buat para buruh, lebih ditingkatkan lagi kebijakannya sama status perlindungan karyawannya,” ujarnya.



Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026