Purwakarta, Jawa Barat (ANTARA) - Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyampaikan agar masyarakat segera melapor jika menemukan atau mengalami aksi premanisme di jalanan.
"Sejalan dengan maklumat Kapolda Jawa Barat, kami tegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme di wilayah hukum Polres Purwakarta," kata dia dalam keterangannya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat.
Hal tersebut disampaikan menyusul adanya aksi premanisme sekelompok remaja yang menyerang dua remaja lainnya di jalan raya Sadang, Kelurahan Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta beberapa hari lalu hingga viral di media sosial.
Ia menegaskan Polres Purwakarta berkomitmen penuh menindak tegas segala bentuk aksi premanisme dan kekerasan jalanan.
"Siapapun atau kelompok manapun yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Baca juga: Polres Purwakarta amankan 14 remaja terlibat aksi pengeroyokan
Baca juga: Polres Purwakarta amankan dua pelajar terlibat pembacokan saat tawuran
Polres Purwakarta meminta kepada masyarakat jika menemukan atau mengalami aksi premanisme, silakan melapor ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan 110.
Mengenai aksi pengeroyokan di wilayah Bungursari pada Senin (20/5), jajaran Satreskrim Polres Purwakarta telah mengamankan 14 pelaku.
Dalam insiden tersebut, dua korban berinisial ZA (20) dan RS (19) mengalami luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pelaku.
Korban ZA mengalami luka robek di kepala bagian belakang serta luka memar di beberapa bagian tubuh dan harus menjalani perawatan di RS Bayu Asih Purwakarta. Sedangkan RS mengalami luka memar di kedua lengan dan dirawat di RS Siloam Purwakarta.
Baca juga: Polres Purwakarta ungkap kasus preman aniaya penyelenggara hajatan hingga meninggal
Dari hasil penyelidikan, para pelaku juga melakukan perusakan kendaraan milik korban serta mengambil barang berharga.
Kapolres menyampaikan dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas berhasil mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Dari 14 orang itu, sepuluh orang di antaranya diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan. Sementara, empat lainnya masih dalam pendalaman terkait dugaan pencurian kendaraan milik korban yang kemudian dijual.
Menurut dia, peristiwa pengeroyokan itu tidak berkaitan dengan kelompok suporter klub sepak bola tertentu.
Disebutkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden dipicu oleh kesalahpahaman di jalan dan diduga melibatkan kelompok motor.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026