Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, saat Kota Bogor menjadi tuan rumah bersama Kota Depok dan Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Selasa, mengatakan anggaran tersebut seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tanpa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sampai hari ini murni APBD Kota Bogor, tidak ada bantuan dari provinsi,” ujar Jenal.

Ia menjelaskan, total anggaran Rp55 miliar tersebut terbagi dalam dua tahun, yakni Rp30 miliar pada 2025 dan sekitar Rp25 miliar pada 2026.

Dana itu digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaksanaan Porprov, mulai dari kesiapan venue pertandingan, pembinaan atlet, insentif atlet, seragam, hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan.

“Kita mengalokasikan Rp30 miliar untuk 2025 dan 2026 sekitar Rp25 miliar, total Rp55 miliar. Itu secara keseluruhan untuk venue, kesiapan atlet, insentif atlet, seragam atlet, dan semuanya,” katanya.

Menurut Jenal, dengan keterbatasan anggaran tersebut, Pemkot Bogor memilih memangkas kegiatan seremonial yang dinilai tidak terlalu penting agar anggaran lebih fokus pada persiapan teknis dan peningkatan prestasi atlet.

“Maka acara-acara seremonial yang kita anggap tidak terlalu penting itu kita hilangkan. Lebih langsung kepada pelatihan dan langsung pelaksanaan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, anggaran Porprov kali ini lebih kecil dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp80 miliar. Meski demikian, Pemkot Bogor tetap berupaya memaksimalkan hasil terbaik.

“Dengan anggaran seperti itu, jauh dari tahun sebelumnya yang menjadi Rp80 miliar, kita coba maksimalkan hasil terbaik,” kata Jenal.

Selain kesiapan anggaran, Kota Bogor juga menargetkan 100 medali emas pada Porprov Jabar 2026. Target tersebut dinilai realistis berdasarkan hasil evaluasi terhadap performa atlet yang menunjukkan tren positif.

Jumlah atlet yang akan diberangkatkan tercatat sekitar 700 orang, lebih sedikit dibandingkan Porprov sebelumnya yang mencapai sekitar 900 atlet. Pengurangan itu dipengaruhi efisiensi anggaran.

“Tahun ini kita hanya memberangkatkan 700 atlet. Tentu kendalanya efisiensi anggaran yang berimbas kepada jumlah atlet,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Kota Bogor akan menjadi lokasi pertandingan sekitar 20 cabang olahraga. Persiapan venue terus dilakukan, termasuk dukungan akses menuju sejumlah lokasi pertandingan.

Jenal menilai status Kota Bogor sebagai tuan rumah juga akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, terutama sektor hotel, restoran, dan usaha pendukung lainnya.

Beberapa hotel di Kota Bogor, kata dia, bahkan mulai dipesan oleh daerah lain yang akan mengikuti pertandingan maupun pemusatan latihan.

“Saya rasa dengan Bogor menjadi tuan rumah ini multiplier effect, tidak hanya bangkitan peningkatan ekonomi. Mudah-mudahan peningkatan PAD untuk Kota Bogor,” kata Jenal.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026