Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi material maju penyimpanan gas metana berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) sebagai pensubstitusi tabung LPG untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN Canggih Setya Budi menjelaskan inovasi yang diberi nama CubiTan merupakan hasil kolaborasi internasional dengan Yachiyo Engineering dan Atomis dari Jepang.
"CubiTan ini merupakan sistem gas yang terbuat dari High-Pressure Gas Cylinder Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP), di dalamnya terdapat gas adsorben MOF. Dilengkapi pula dengan sistem komunikasi ACNWI, sensor temperatur, sensor tekanan (pressure shock), serta wireless," kata Canggih dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Canggih menjelaskan CubiTan memiliki keunggulan dari tabung melon LPG konvensional biasa. Dari sisi performa, bobot tabung CubiTan hanya sekitar 11,7 kg, jauh lebih ringan dibandingkan tabung konvensional yang mencapai 30,5 kg dan penyimpanan gasnya tetap kompetitif.
Baca juga: BRIN dan Kemdiktisaintek segera luncurkan Peta Jalan Riset Indonesia 2045
Baca juga: BRIN kembangkan teknologi pemurnian minyak atsiri
CubiTan juga dapat dioperasikan pada tekanan yang lebih rendah, sehingga meningkatkan aspek keselamatan dalam penggunaannya.
Canggih menambahkan, penggunaan MOF dalam sistem CubiTan berpotensi meningkatkan performa penyimpanan gas 1,5 hingga 2 kali dibandingkan tabung konvensional saat ini.
Pewarta: Sean Filo MuhamadUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026