Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasipnal Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan peremajaan lahan tebu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas nasional melalui program bongkar ratoon yang ditargetkan mencapai 100 ribu hektare setiap tahun.
Ditemui usai menghadiri Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin, Amran mengatakan pihaknya akan melakukan peremajaan tebu sekitar 300 ribu hektare secara bertahap, setiap tahun ditargetkan bisa dilakukan 100 ribu hektare.
"Jadi kita harus kalau kita mau perbaiki produktivitas, produksi gula, itu kita harus bongkar ratoon 300-an ribu hektar. Kita target setiap tahun 100 ribu hektar," kata Amran.
Bongkar ratoon merupakan kegiatan peremajaan tanaman tebu dengan membongkar total tanaman lama (ratoon) yang sudah tidak produktif.
Baca juga: Mentan targetkan produksi gula 3 juta ton pada 2026 demi swasembada
Ia menyebutkan kondisi tanaman tebu saat ini didominasi tanaman tua, sehingga peremajaan menjadi kunci utama dalam memperbaiki kualitas produksi dan meningkatkan hasil gula nasional secara berkelanjutan.
Program bongkar ratoon secara keseluruhan ditargetkan mencapai sekitar 300 ribu hektare, dengan pelaksanaan bertahap guna memastikan proses penggantian tanaman berjalan optimal di berbagai wilayah sentra tebu.
Adapun pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun yang merupakan hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk peremajaan lahan tebu sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Anggaran itu akan digunakan untuk bongkar ratoon selama tiga tahun berturut-turut mulai 2026.
Baca juga: Meredam derita petani singkong dan tebu
Selain peremajaan, pemerintah juga mendorong intensifikasi melalui pemupukan tepat waktu, pengelolaan air, pengolahan tanah, serta penggunaan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas secara menyeluruh di sektor tebu nasional.
Sementara itu, upaya perluasan lahan tebu masih dalam tahap perencanaan, bersinergi dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan kajian lapangan sebagai dasar pengembangan areal baru ke depan.
"Kita rancang, kita sementara rancang. Kami sudah tugaskan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk mengecek langsung," ucap Amran.
Diketahui, Kementerian Pertanian menargetkan swasembada gula konsumsi dapat tercapai di 2027.
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026