Karawang (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman meninjau gudang penyimpanan beras Bulog di Tunggakjati Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, untuk memastikan stok beras nasional cukup hingga setahun ke depan.
"Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, stok beras seluruh Indonesia mencapai 5.000.198 ton," kata Mentan saat meninjau stok beras di gudang Bulog di Karawang, Kamis.
Ia menyampaikan, capaian stok beras nasional itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Bulog, TNI/Polri, Kejaksaan, hingga dukungan masyarakat, dan pihak lainnya.
Saat ini, katanya, pemerintah terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang guna menampung peningkatan produksi dan cadangan beras nasional.
Baca juga: Bulog Karawang serap gabah 2.500 ton/hari sepanjang Januari 2026
Baca juga: Polres dan Bulog Karawang salurkan beras SPHP untuk stabilisasi harga
Seperti di Karawang, pemerintah menyewa gudang dengan kapasitas 102.000 ton, di mana sekitar 80.000 ton telah terisi dan diperkirakan akan penuh dalam dua pekan ke depan.
Secara nasional, total kapasitas gudang Bulog mencapai sekitar 3 juta ton, dan tambahan gudang sewa yang telah digunakan mencapai 2 juta ton untuk mendukung penyimpanan cadangan beras.
Menurut dia, saat ini kapasitas gudang sewa tersebut hampir penuh. Sehingga pemerintah kembali menyewa tambahan gudang sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok ke depan.
Pemerintah juga mencatat ketersediaan beras di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe/Katering) mencapai 12,5 juta ton. Sehingga total cadangan beras yang dikelola sangat besar dan mampu mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Baca juga: Bulog Karawang serap 75.884 ton gabah langsung dari petani
Adapun total potensi stok gabungan antara gudang pemerintah, standing crop, dan sektor Horeka diperkirakan melebihi kebutuhan konsumsi. Kondisi itu dinilai memberikan jaminan keamanan pangan yang sangat kokoh bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ditanya mengenai dampak El Nino, Mantan menyebutkan bahwa estimasi dampak El Nino diprediksi berlangsung selama enam bulan. Karena itu pemerintah meyakini cadangan beras yang setara 11 bulan ini lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Semenjak untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan sebagai dampak El Nino, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program irigasi melalui pompanisasi dan bantuan benih unggul.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare ,guna memperluas area tanam dan meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional secara bertahap dan berkelanjutan.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.