Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkomitmen terus meningkatkan layanan kepada masyarakat terkait literasi di tengah kebijakan efisiensi yang telah resmi menjadi kebijakan nasional untuk menghadapi konflik global.
"Di tengah dinamika kebijakan nasional, Perpusnas tetap hadir secara adaptif menjaga kualitas layanan serta memperluas dampak literasi hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Efisiensi yang dilakukan pemerintah dipandang bukan sebagai pengurangan layanan, melainkan penajaman prioritas berbasis dampak," kata Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso pada konferensi pers peluncuran logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Perpusnas di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan, layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, baik layanan fisik maupun layanan digital yang terus diperkuat. Selain itu, penguatan layanan juga dilakukan pada aspek kualitas, keamanan sistem, dan pengembangan ekosistem literasi masyarakat.
"Layanan digital seperti e-resources juga diperkuat untuk memastikan keamanan, stabilitas, serta perlindungan koleksi digital sebagai aset pengetahuan bangsa. Selain itu, transformasi tata kelola melalui integrasi sistem informasi terus didorong agar pengambilan keputusan lebih cepat dan berbasis data," ujar dia.
Selain itu, Perpusnas juga terus memperkuat fungsi pengelolaan koleksi dan layanan ISBN, ISSN, dan ISMN sebagai bagian penting ekosistem penerbitan nasional.
"Digitalisasi naskah kuno juga terus dipercepat sebagai upaya menjaga memori kolektif bangsa. Dari sisi sumber daya, kapasitas pustakawan diperkuat, sekaligus mendorong perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat berbasis inklusi sosial," ucap Joko.
Baca juga: Kredit Pintar ajak mahasiswa Universitas Riau bijak kelola keuangan
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto mengemukakan, Perpusnas mencatat hingga Maret 2026 jumlah anggota mencapai 3.868.901 orang, dengan penambahan Januari–Maret sebanyak 28.386 orang atau rata-rata 316 orang per hari.
"Mulai 2026, kartu anggota juga telah menggunakan format digital. Rata-rata layanan ISBN mencapai 10 ribu judul per bulan atau sekitar 406 judul per hari," katanya.
Suharyanto juga menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT Ke-46 meliputi pameran di tiga lokasi, yaitu di area bangunan cagar budaya, lantai 9 terkait layanan naskah Nusantara, dan lantai 16 untuk foto dan lukisan. Pameran berlangsung 4–29 Mei 2026. Selain itu, Perpusnas juga telah menghasilkan sekitar 910 buku turunan dan 125 bacaan anak berbasis naskah kuno Nusantara yang dapat diakses gratis.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar menambahkan, penguatan literasi terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Program pengembangan perpustakaan sekolah rakyat telah membangun 224 perpustakaan dengan 291 ribu buku, 448 rak buku, dan 142 anjungan digital.
"Selain itu, telah dibangun sekitar 20 ribu perpustakaan desa serta melibatkan 10 ribu mahasiswa dalam program penguatan literasi masyarakat. Gerakan literasi juga melibatkan relawan literasi, kerja sama dengan kementerian dan pemerintah daerah, serta distribusi sekitar 20 juta buku bacaan kepada masyarakat," ujar Adin.
Baca juga: Guru Besar UI sebut literasi keuangan kunci hadapi risiko inovasi finansial
Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, lanjut Adin, juga telah melibatkan sekitar 13 juta masyarakat dan mendorong munculnya peluang ekonomi baru berbasis literasi.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026