Depok (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (Iluni) FTUI memulai pembangunan hunian sementara (huntara) berkonsep hunian berbasis kearifan lokal bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Program ini menargetkan 12 unit huntara dengan empat unit ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri dan tujuh unit lainnya dalam 30 hari setelah Lebaran.
“Sebagai institusi pendidikan teknik, FTUI memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi berbasis keilmuan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap hunian sementara ini dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman sambil menata kembali kehidupan mereka,” ujar Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan di Kampus UI Depok, Kamis.
Desain huntara yang digunakan adalah model Antara Versi 3, pengembangan dari desain sebelumnya yang telah diterapkan di Lombok, Palu, dan Cianjur.
Baca juga: FUSI FTUI dan Bank Syariah Indonesia gelar buka puasa bersama dan santunan
Baca juga: Mahasiswa UI raih tiga penghargaan ajang SIBCC 2025/2026
Bangunan berukuran 4 x 7,2 meter ini terinspirasi dari rumah adat Gayo, Uma Pitu Ruang, dengan konsep rumah panggung berkonstruksi kayu yang kokoh dan sesuai karakter lingkungan setempat. Struktur modular memungkinkan pembangunan lebih cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara gotong royong.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026