Bandung (ANTARA) - Komisi V DPRD Jawa Barat mendesak pemerintah provinsi untuk merealisasikan pembangunan pos pelayanan kesehatan permanen di titik rest area strategis untuk menunjang berbagai kegiatan seperti mudik, dengan mengedepankan privasi pasien.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah di Cimahi, Jawa Barat, Rabu, yang melihat di posko kesehatan yang berada di jalur mudik Lebaran 2026, terdapat temuan kurangnya ruang privasi bagi pasien di fasilitas darurat tersebut.
Salah satunya di Rest Area KM 125 Kota Cimahi yang menurut Siti meski kesiapan personel dan kolaborasi medis sudah optimal, keterbatasan sarana fisik masih menjadi kendala utama dalam memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik.
"Harapannya ke depan, pos pelayanan kesehatan ini bisa memiliki ruang yang lebih mandiri dan permanen. Ini penting untuk menjaga privasi pasien sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah," ujar Siti Muntamah.
Politisi yang akrab disapa Umi ini menyoroti kondisi di lapangan di mana ruang pelayanan kesehatan masih bercampur dengan unsur petugas lain tersebut, seperti tim keamanan.
Hal ini dinilai membuat pemanfaatan ruang menjadi tidak optimal, terutama saat penanganan medis yang membutuhkan ketenangan.
Tapi secara fungsional, Siti mengapresiasi kesiagaan tenaga kesehatan (nakes), ketersediaan ambulans, hingga sistem rujukan ke rumah sakit yang telah berjalan solid selama periode Angkutan Lebaran 2026.
"Alhamdulillah, secara umum tim yang bertugas sudah sangat siap dan solid. Mulai dari nakes di pos, ambulans yang standby, hingga dukungan rumah sakit yang telah dipersiapkan secara kolaboratif," tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi V akan membawa hasil evaluasi ini ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
Tujuannya untuk memastikan rest area tidak hanya menjadi tempat istirahat sementara, tetapi juga memiliki fasilitas medis representatif yang siap menghadapi lonjakan pemudik setiap tahunnya.
Pewarta: Ricky PrayogaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026