Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, masih terus menyalurkan bantuan insentif kepada 19.091 guru ngaji, guru madrasah, amil dan marbot masjid, di wilayah Karawang yang total anggarannya mencapai Rp25,6 miliar.

"Alhamdulillah, sekarang ini proses penyaluran bantuan insentif untuk para guru ngaji, guru madrasah, dan marbot masjid, masih terus berlangsung di 30 kecamatan," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh, di Karawang, Jumat.

Ia mengatakan hingga saat ini sudah ada ribuan pengabdi umat yang tersebar di 10 kecamatan yang telah menerima bantuan insentifnya tersebut.

Penyaluran insentif tersebut antara lain telah dilaksanakan di Kecamatan Jatisari, Cikampek, Kotabaru, Tirtamulya, Purwasari, Banyusari, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Lemahabang dan Tempuran.

Baca juga: Bupati Karawang salurkan dana insentif untuk guru ngaji dan marbot
Baca juga: Pemkab Karawang mulai salurkan insentif keagamaan kepada ribuan guru ngaji dan marbot

Bupati Aep menyampaikan pendistribusian bantuan insentif untuk guru ngaji, guru madrasah, amil dan marbot, masjid di wilayah Karawang dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ditargetkan pada Selasa (17/3), dana insentif kepada 19.091 penerima yang terdiri atas guru ngaji, guru madrasah (madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan diniyah takmiliyah awaliyah), amil serta marbot masjid di 30 kecamatan rampung penyalurannya.

Program ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap peran penting para tokoh keagamaan yang selama ini menjaga nilai-nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat.

Menurut bupati, program tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penghargaan pemerintah daerah kepada para pengabdi umat yang selama ini memiliki peran besar dalam membangun karakter masyarakat melalui pendidikan agama.

Baca juga: Pemkab Karawang siapkan anggaran Rp25,18 miliar untuk insentif guru ngaji

Para guru ngaji, guru madrasah, amil, hingga marbot, kata dia, dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membimbing masyarakat, menjaga kehidupan sosial yang harmonis, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan masyarakat.

Besaran bantuan dana insentif yang diberikan itu berbeda sesuai kategori penerima. Untuk guru ngaji nilai insentifnya sebesar Rp1,5 juta per orang, guru madrasah dan amil Rp1,2 juta per orang, serta marbot masjid sebesar Rp1 juta per orang.

Untuk total anggaran bantuan dana insentif untuk guru ngaji, guru madrasah, amil hingga marbot masjid ini sebesar Rp25,6 miliar.

"Ini merupakan wujud cinta dan apresiasi kami dari Pemkab Karawang atas dedikasi para guru ngaji, guru madrasah amil, dan marbot masjid yang selama ini membimbing serta mendidik masyarakat," katanya.

la berharap bantuan insentif tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pengabdi umat untuk terus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026