Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta menggunakan teknologi laser modern dalam setiap tindakan program hapus tato gratis di Jakarta.
"Metode penghapusan tato ini kita pakai metode laser yang memang modern. Jadi, prosesnya menggunakan sinar dan hasilnya seperti luka bakar," kata Koordinator program hapus tato gratis dari Baznas Bazis DKI Jakarta Asep Wahyudi di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa.
Dia menyebutkan metode itu dipilih karena dinilai lebih efektif untuk memudarkan tinta yang tertanam di dalam lapisan kulit dibandingkan cara konvensional.
Selain itu, dia menjelaskan proses penghapusan dilakukan dengan menggunakan sinar laser yang bekerja menghancurkan pigmen tinta di bawah kulit secara bertahap.
Hasilnya, kata dia, akan menimbulkan efek menyerupai luka bakar ringan pada area yang ditangani.
"Setelah tindakan laser, nanti setelahnya itu seperti luka bakar," ucap Asep.
Menurut dia, efek tersebut merupakan reaksi normal dalam prosedur laser. Oleh karena itu, peserta telah melalui proses skrining kesehatan sebelum tindakan hapus tato dilakukan guna memastikan kondisi tubuh dalam keadaan stabil.
Selain itu, ukuran tato yang dapat dihapus juga dibatasi, yaitu maksimal sekitar dua kali ukuran KTP atau kurang lebih sebesar telepon genggam.
Pembatasan itu dilakukan untuk mengurangi risiko efek samping, seperti demam, nyeri, lebam, serta melepuh apabila area yang dihapus terlalu luas.
Baca juga: Hapus tato di Jaksel jadi momen perbaiki diri selama Ramadhan
Melalui penggunaan teknologi laser modern itu, Asep berharap proses penghapusan tato dapat berjalan lebih aman dan memberikan hasil optimal bagi peserta yang ingin memulai lembaran baru.
Dia menyebutkan peserta yang mengikuti program tersebut telah mendaftar secara daring melalui informasi yang disebarkan lewat akun Instagram resmi Baznas Bazis DKI Jakarta.
Setelah terdaftar, peserta diwajibkan hadir sesuai jadwal yang ditentukan. Lalu, peserta mengikuti proses skrining kesehatan untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan layak menjalani prosedur penghapusan tato.
Pemeriksaan itu meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) guna mengetahui kondisi awal kesehatan peserta.
Selain itu, peserta juga menjalani pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hepatitis B, hepatitis C, serta kadar gula darah.
Hasil laboratorium tersebut kemudian menjadi dasar pertimbangan medis sebelum dilakukan tindakan hapus tato.
Setelah hasil darah keluar, peserta akan berkonsultasi dengan dokter. Kemudian, dokter membacakan hasil laboratorium dan memberikan arahan terkait tindakan serta perawatan pascatindakan.
Apabila hasil pemeriksaan dinyatakan aman dan dokter memberikan persetujuan (ACC), maka peserta dapat melanjutkan ke tahap tindakan.
Sebelum proses penghapusan tato dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan krim anestesi untuk mengurangi rasa nyeri. Krim ini didiamkan selama kurang lebih 15 hingga 20 menit agar bekerja optimal.
Baca juga: Baznas Jakarta Barat buka layanan hapus tato gratis untuk 100 orang
Setelah efek anestesi bekerja, barulah tindakan penghapusan tato dilakukan oleh tenaga medis.
Setelah tato dihapus, peserta tidak langsung dipulangkan begitu saja. Mereka diberikan salep khusus untuk perawatan luka serta obat pereda nyeri guna membantu proses pemulihan.
Pada Ramadhan tahun ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta kembali membuka layanan hapus tato gratis bagi individu yang ingin berhijrah di berbagai wilayah Jakarta.
Layanan itu tersedia di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada 23-24 Februari 2026, dan Aula Masjid Assahara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 24 Februari 2026.
Kemudian, di Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 26 Februari 2026, serta Aula Serbaguna Blok C di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 3 Maret 2026.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato, dengan target 1.000 peserta.
Calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar dengan melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus.
Nantinya, mereka dimasukkan ke dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato di wilayah masing-masing, dan harus melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan.
Layanan itu terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
