Bangli, Bali (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, fokus menangani sampah di Sungai dan Danau Batur di Kintamani dalam Gerakan Serentak Bali Resik Sampah.

“Bangli adalah daerah penghasil air dan udara bersih. Kami ingin itu tetap terjaga,” kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Bangli, Bali, Minggu.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan bukan merupakan beban, namun tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan.

Bupati Bangli menilai isu sampah adalah prioritas mendesak bagi Bali, terutama untuk mendukung sektor pariwisata. Sebagai daerah hulu yang menjadi sumber air dan udara bersih bagi Pulau Dewata, Bangli memiliki tanggung jawab moral yang besar.

Adapun aksi bersih-bersih di kawasan perkotaan Bangli dipusatkan di beberapa titik strategis di antaranya sungai Tukad Sagening yakni di kawasan bawah jembatan Sagening dan Pura Petirtaan Toya Laka, Banjar Kawan.

Kemudian saluran terusan di Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan Barat Kantor MDA Bangli, hingga drainase di sekitar Rumah Sakit Jiwa dan SD Negeri 3 Kawan.

Kemudian saluran terusan di sepanjang Jalan Serma Meranggi, kawasan Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang dari Patung Adipura ke wilayah selatan.

Selain di pusat kota, para camat, kepala desa, dan lurah juga mengoordinasikan gerakan serupa di wilayah masing-masing sesuai kebutuhan lingkungan setempat.

Gerakan bersih sampah dilakukan masif menyasar sungai dan permukiman dan dilanjutkan secara serentak di kawasan Danau Batur.

Aksi bersih juga dilakukan di sektor pendidikan dengan menginstruksikan sekolah melakukan pembersihan di lingkungan sekolah dan drainase dengan melibatkan pelajar guna menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

Sementara itu, Tim Penggerak PKK juga bergerak serentak di tingkat banjar-banjar di seluruh Bali, yang ditandai dengan suara kulkul (kentongan dari kayu) sebagai simbol dimulainya aksi bersih-bersih dari lingkungan pekarangan rumah masing-masing.

Bupati Bangli juga mengajak masyarakat melakukan pengawasan untuk melapor kepada aparat dinas terkait apabila menemukan oknum membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli I Dewa Bagus Riana Putra mencatat sebanyak 4.125 orang terlibat dalam aksi itu.

Partisipasi tersebut berasal dari berbagai sektor, di antaranya organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal sebanyak 2.435 orang, perangkat desa dan kelurahan sebanyak 1.110 orang, BUMD dan BUMN di Bangli sebanyak 220 orang, dan sisanya ratusan pelajar.

"Kami ingin peran serta masyarakat tidak hanya sesaat, tapi menjadi budaya. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Baca juga: Sungai Watch: Sampah sungai di Bali-Banyuwangi didominasi AMDK

Baca juga: Bali bersihkan sampah sisa banjir di aliran sungai



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026