Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan Program Trans Tuntas telah mengubah lahan transmigrasi yang sebelumnya seolah tidak bernilai kini memiliki nilai ekonomi.
Dia mengatakan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tidak hanya memberikan kepastian kepada lahan perorangan para transmigran, melalui Program Trans Tuntas Kementrans juga melakukan penataan lahan transmigrasi yang masih tersedia. Lahan yang sebelumnya tidak diketahui nilainya, kini memiliki valuasi ekonomi.
Dalam acara 12th Annual Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis, dia mengemukakan bahwa masih adanya kesenjangan yang tidak bisa diabaikan di balik pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Menurut Nezar, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan melampaui 130 miliar dolar AS pada akhir tahun ini dan pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pada paruh pertama tahun 2025 saja, nilai transaksi berbasis QRIS tercatat telah mencapai lebih dari 6 miliar kali.
Baca juga: Mentrans sebut tiga kampus luar negeri berminat dukung Beasiswa Patriot
"Angka-angka itu mengesankan, tetapi sebenarnya belum menggambarkan kondisi keseluruhan. Di balik pertumbuhan ini, ada kesenjangan yang tidak bisa kita abaikan," kata Nezar.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 64,2 juta UMKM, yang berkontribusi 61 persen pada produk domestik bruto (PDB) serta menyerap 97 persen tenaga kerja secara nasional. Namun, belum semua pelaku UMKM terintegrasi dalam ekosistem digital.
Menurut Nezar, sebagian pelaku UMKM, terutama yang berada di luar kota besar, masih menghadapi sejumlah hambatan untuk mengakses dukungan platform digital, antara lain nilai komisi untuk platform yang tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan data.
"Alih-alih memberdayakan, sistem digital kadang justru menahan laju UMKM. Bagi banyak pelaku usaha, ekonomi digital masih terasa seperti ruang tertutup, bukan ruang terbuka," katanya.
"Inilah tepatnya masalah yang ingin diselesaikan oleh Indonesia Open Network," ia menambahkan.
Baca juga: Mentrans sebut sebanyak 50 perusahaan berminat investasi Rp240 triliun
