Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab Pulau Seribu) membangun tanggul pengaman pantai di Pulau Tidung untuk mencegah abrasi dan gelombang laut di Pulau Tidung.
“Tanggul ini dibangun menggunakan kubus masif sebagai struktur utama untuk memperkuat garis pantai sekaligus melindungi permukiman warga dan fasilitas umum,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu, Mustajab di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pembangunan tanggul pengaman pantai di RT 007/02 itu berlokasi di sisi selatan Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Menurut dia, panjang tanggul yang dibangun mencapai 84 meter dengan ketinggian 2,5 meter.
“Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 45 persen,” katanya.
Baca juga: Kepulauan Seribu hadirkan wisata malam eksotis di Pulau Tidung
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu angkut 250 ton sampah kiriman di perairan Pulau Tidung
Ia menjelaskan pekerjaan telah dimulai sejak 12 Januari 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari kerja.
Ia mengatakan proses pembangunan dihadapkan pada tantangan cuaca, terutama ombak besar dan angin barat yang kerap menghambat aktivitas di lapangan.
“Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri, tetapi petugas tetap berupaya maksimal agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu Wahyu Maulana menjelaskan bahwa pembangunan tanggul tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat setempat.
Selain pemasangan kubus masif, pihaknya juga melakukan restorasi pantai sebagai langkah perlindungan jangka panjang.
Baca juga: Pulau Tidung Kecil cocok jadi destinasi
Saat ini kami juga melakukan restorasi pantai melalui pemasangan geobag di sisi utara Jembatan Cinta untuk menahan laju abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, kata dia.
Geobag adalah kantong kuat berbahan geotekstil (seperti karung) yang diisi material lokal seperti pasir atau tanah, berfungsi sebagai solusi teknik sipil untuk pengendalian erosi, stabilisasi lereng, perlindungan pantai dan pembangunan struktur sementara seperti tanggul atau pemecah gelombang secara ekonomis dan ramah lingkungan.
Menurutnya pembangunan tanggul dan restorasi pantai diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pengamanan pantai di Pulau Tidung serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
Kami berharap masyarakat turut menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, kata dia.
Pada pertengahan 2025, Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu pernah melakukan sosialisasi pembangunan tanggul dan pemecah ombak (breakwater) di tiga kelurahan di kabupaten tersebut dengan biaya mencapai Rp82,48 miliar.
Proyek tersebut berada di Kelurahan Pulau Kelapa, Pulau Tidung dan Pulau Lancang.
Pewarta: Mario Sofia NasutionUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026