Jakarta (ANTARA) - Wasit asal Jepang Yudai Yamamoto mengungkapkan alasannya menerima tawaran menjadi wasit asing pertama yang mendapatkan kontrak full-time di kompetisi sepak bola Indonesia.
Di Indonesia, Yamamoto akan memimpin pertandingan-pertandingan di bawah naungan I.League, seperti BRI Super League 2025/2026. Nantinya, Yamamoto akan mulai bekerja pada bulan depan, dengan kontrak 1,5 musim.
"Sebelumnya, sepanjang karier saya sudah ke beberapa negara dan saya selalu memiliki keinginan untuk mencoba pengalaman di berbagai negara, terutama tawaran dari Indonesia ini menurut saya sangat spesial karena fokusnya di Super League," kata Yamamoto saat ditemui awak media di Kantor I.League yang bertempat di Menara Mandiri II, Jakarta, Senin.
Baca juga: Erick Thohir bertemu Komite Wasit Jepang
Selain soal kesempatan memimpin pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, alasan Yamamoto menerima tawaran ini adalah karena orang-orang di Indonesia sangat ramah.
"Bagi saya, orang Indonesia juga sangat hangat dan welcome, itu menjadi motivasi lebih untuk menerima tawaran ini, karena saya juga belum pernah berkesempatan memperbaiki liga sebuah negara. Jadi saya ingin mempunyai pengalaman dengan bekerja sama dengan Indonesia dan membuat Super League lebih baik," ucap dia
Yamamoto mempunyai rekam jejak mentereng di dunia perwasitan Asia, terutama di sepak bola Jepang, setelah ia berpengalaman memimpin 485 pertandingan kompetisi kasta kedua hingga kompetisi kasta pertama.
Baca juga: Erick Thohir sebut kedatangan sejumlah wasit asing agar wasit lokal makin profesional
Ia mengaku cukup mengenal atmosfer kompetisi sepak bola di Indonesia setelah memimpin enam pertandingan di Super League, dimulai Borneo FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC melawan PSBS Biak, Semen Padang melawan Dewa United Banten FC, Persijap Jepara melawan Persib Bandung, Persebaya Surabaya melawan Bali United, dan terakhir Persita Tangerang melawan Persik Kediri.
"Saya ingin bekerja keras untuk bisa membawa pengalaman saya di J-League untuk membuat Super League lebih baik dan mengeluarkan potensi yang saya bisa lihat menjadi lebih baik dan semaksimal mungkin untuk Indonesia," ucap wasit 42 tahun itu.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah ke depannya akan belajar bahasa Indonesia untuk memudahkan dalam membuat keputusan saat memimpin pertandingan, Yamamoto mengatakan "itu adalah sebuah keharusan bagi saya".
"Mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya memang tidak boleh secara peraturan, begitupun juga di J League. Terkait dengan apakah saya akan belajar bahasa Indonesia atau tidak, menurut saya itu adalah sebuah keharusan bagi saya untuk belajar dan saya pun memang ingin belajar dan akan belajar demi menjaga ketertiban pertandingan," tutup dia.
