Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menyebut akses listrik sangat menentukan generasi berikut sehingga pemerintah menjadikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai program yang sangat penting bagi warga yang berada di jaringan listrik PLN tetapi tidak mampu membayar biaya pasang baru.
“Ada warga yang jaringannya sudah ada, tapi tidak bisa pasang karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu. BPBL ini tidak dipungut biaya,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Senin.
Bahlil menceritakan sekilas pengalamannya masa mudanya sebagai kernet angkot di Fakfak, Papua Barat. Ia tau persis bagaimana hidup ketika listrik tidak stabil.
"Saya tidak ingin anak-anak sekarang tumbuh dalam situasi seperti itu. Karena itu BPBL ini penting,” ucapnya.
Bahlil menekankan bahwa akses listrik bukan kemewahan, tetapi kebutuhan dasar yang menentukan masa depan generasi berikutnya.
“Tidak boleh lagi ada generasi yang tumbuh dalam kondisi listrik tidak stabil seperti dulu,” ujarnya.
Program BPBL ini bukan hanya memberikan listrik, tetapi juga kesempatan. Ketika rumah terang, anak bisa belajar, usaha rumahan bisa berkembang, dan keluarga dapat hidup lebih aman.
Pemerintah juga menegaskan bahwa program ini sepenuhnya gratis tanpa pungutan apa pun. Jika ada warga yang mengalami atau menemukan praktik pungli, laporan dapat disampaikan melalui Contact Center ESDM 136, agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.
Menanggapi program pemerintah tersebut Sarasire (62) penduduk di salah satu desa di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengaku tak menyangka bisa mendapat listrik gratis tanpa harus membayar apapun.
Warga yang penghasilan sehari-harinya dari bertenun mengaku sebelum rumahnya dialiri listrik hanya bisa bekerja apabila ada matahari saja. Namun dengan adanya listrik dia bisa bekerja kapan saja.
Hal senada juga disampaikan Erens Taneo (49) yang mengaku anak-anaknya sangat terbantu untuk belajar karena biasanya hanya ditemani lampu minyak yang redup.
Kehadiran listrik telah mengubah hidup masyarakat, bukan hanya memberi terang di malam hari, tapi juga menyalakan harapan akan masa depan yang lebih cerah.
Kisah Sarasire dan Erens Taneo serta warga lainnya di Provinsi NTT bukan sekadar cerita penerangan. Program BPBL merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil dan percepatan akses energi untuk seluruh rakyat Indonesia.
