Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama mitra dan yayasan agar melibatkan kelompok peternak, petani kecil, hingga pelaku UMKM dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya ingatkan kepada SPPG-SPPG, mitra, dan yayasan agar jangan hanya memberi kesempatan kepada mereka yang punya modal besar untuk menjadi pemasok bahan pangan MBG. Kalian juga harus melibatkan petani dan peternak kecil, UMKM, dan koperasi,” kata Nanik dikutip di Jakarta, Senin.
Hal tersebut dia sampaikan dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Jawa Timur.
Baca juga: BGN sebut 40 SPPG sedang dipantau dan dalam proses peringatan karena tak patuhi SOP
Dalam kunjungannya ke berbagai daerah, Nanik pun mengaku mendapatkan pengaduan dari para petani dan peternak kecil serta UMKM. Mereka, kata dia, sering mengeluh mengenai hasil pertanian, peternakan, dan usaha mereka yang tidak bisa masuk ke dapur MBG karena terkendala soal perizinan, legalitas, dan berbagai aturan usaha lainnya.
“Mereka itu miskin dan enggak punya duit untuk mengurus segala macam. Jadi, tolong jangan persulit mereka dengan aturan harus punya NPWP, SIB, UD, dan lain-lain,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Antar-kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu lalu menjelaskan bahwa pelibatan petani dan peternak kecil, UMKM, serta koperasi dalam program MBG justru menjadi arahan penting Presiden Prabowo Subianto saat program unggulan pemerintah tersebut dirancang.
Baca juga: BGN sebut anggaran Rp20 triliun dari Danantara untuk biayai peternak ayam di seluruh Indonesia
Menurut Nanik, hal itu disebabkan oleh kehadiran program Makan Bergizi Gratis yang memang dirancang agar dapat menghidupkan perekonomian masyarakat bawah di berbagai pelosok tanah air.
“Jadi, tolong beri kesempatan mereka untuk ikut terlibat sebagai pemasok bahan pangan MBG juga,” kata Nanik.
Ia juga menyampaikan bahwa pelibatan petani, peternak, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan MBG secara masif juga bermanfaat untuk menekan angka inflasi. Sebab, kata dia melanjutkan, dengan semakin banyaknya SPPG yang beroperasi, kebutuhan bahan pangan meningkat, dan harga pun dapat mengalami kenaikan. Harga, ujar Nanik, bisa ditekan jika pasokan meningkat.
“Ingat, dalam rapat inflasi awal pekan kemarin, Jombang di peringkat pertama inflasi pangan,” kata Nanik.
Baca juga: Cegah inflasi pangan, BGN minta para kepala daerah gerakkan bertani dan beternak
Oleh karena itu, Nanik mengimbau agar seluruh kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, mitra dan yayasan pengelola MBG memiliki nurani kemanusiaan, seperti Presiden Prabowo Subianto ketika mengelola dapur-dapur MBG.
"Saya berharap anda semua jangan berorientasi bisnis. Saya minta anda juga memiliki Nurani kemanusiaan nurani Presiden Prabowo Subianto,” ujar mantan wartawan senior itu.
BGN minta SPPG bersama mitra libatkan peternak kecil hingga UMKM pasok bahan MBG
Senin, 24 November 2025 15:07 WIB
Pelajar menunjukkan hidangan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (24/11/2025). Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 membutuhkan sebanyak 82,9 juta porsi protein, sesuai dengan jumlah penerima manfaat. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.
