Bogor (ANTARA) - Di kantor BPJS Kesehatan senin pagi ini, terlihat peserta di antaranya adalah Entin Kartini (47) seorang peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU dan BP) Pemerintah, hari ini ia kembali datang bukan untuk dirinya, melainkan untuk mendaftarkan cucunya agar bisa mendapatkan perlindungan Kesehatan.
“Saya dari dulu sudah daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, waktu itu memang butuh karena terkena penyakit diabetes. Sampai sekarang masih rutin kontrol pakai BPJS, dan itu sangat membantu. Jadi sekarang saya mau cucu juga punya jaminan kesehatan, supaya kalau ada apa-apa bisa lebih tenang,”ujarnya, Senin (13/10).
Pengalaman cerita Entin melawan diabetes ini membuatnya semakin paham pentingnya mempunyai jaminan kesehatan, ia bercerita bagaimana biaya berobat bisa menjadi beban besar jika ditanggung sendiri. Tapi kecemasan itu sebelum ia menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Baca juga: Perlindungan BPJS Kesehatan membantu Di masa kehamilan dan persalinan
“Kalau bayar sendiri pasti bakal mahal banget apalagi penyakit saya ini butuh obat rutin dan harus cek setiap bulannya. Untung waktu itu sudah ada BPJS, jadi saya nggak perlu bingung lagi soal biaya pengobatan setiap bulannya, itu sebabnya saya nggak mau cucu nanti kalo sakit repot mikirin biaya,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa proses pendaftaran cucunya pada hari itu berjalan dengan lancar dan cepat cukup hanya membawa semua dokumen yang dibutuhkan, mulai dari kartu keluarga hingga akta kelahiran cucunya.
“Sekarang daftar lebih mudah asal berkasnya lengkap, dulu waktu saya daftar pertama kali agak bingung, tapi sekarang sudah tau alur pendaftarannya jadi lebih cepat. Petugasnya juga sangat ramah dan menjelaskannya detail jadi saya nggak bingung. Menurut saya jangan tunggu sakit dulu baru daftar, saya sudah merasakan sendiri manfaatnya, makanya cucu didaftarin sejak dini biar ngerasain manfaatnya juga,” tambahnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan penolong disaat darurat dan mudah untuk pindah faskes
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah kebutuhan utama, melalui pengalamannya melawan diabetes dan perannya sebagai seorang nenek, ia menunjukkan bahwa langkah kecil seperti mendaftarkan cucu sebagai peserta BPJS Kesehatan bisa menjadi investasi besar untuk kehidupannya.
“Kadang orang sangat menyepelekan daftar menjadi peserta BPJS, banyak juga yang ngegampangin tapi kalau sakit datang tiba-tiba, itu bikin panik. Saya selalu bilang ke semua anggota keluarga jangan tunggu sakit, karena kalau sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, kita setidaknya bisa lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, saya sendiri sudah merasakannya,” ujarnya.
Ia juga mengingat masa-masa awal dirinya divonis penyakit diabetes, saat itu ia merasa bingung karena harus menyiapkan biaya untuk pemeriksaan rutin. Namun setelah menjadi peserta BPJS beban itu berkurang, ia bisa lebih fokus menjaga pola hidup dan mengikuti anjuran dokter tanpa terlalu memikirkan biaya.
Baca juga: Pentingnya BPJS: Ibu Rumah Tangga Ini Sadar Setelah Pernah Terblokir
“Kalau tidak ada BPJS mungkin saya bakal kesulitan untuk berobat, sekarang tinggal jaga pola makan, olahraga, dan rajin untuk pergi kontrol. Semua lebih ringan karena biaya sudah ditanggung, itu yang bikin saya semakin bersyukur. Kalau anak-anak masih kecil mereka belum bisa jaga diri, jadi orang tua dan keluarga yang harus jaga. Salah satunya dengan kasih jaminan kesehatan. Saya harus memastikan cucu untuk tumbuh sehat,” ungkapnya.
Bagi Entin pengalaman ini menunjukan bahwa langkah kecil bisa membawa dampak yang besar karena mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta BPJS Kesehatan bukan hanya tentang administrasi tetapi juga tentang memastikan masa depan yang jauh lebih aman dan tenang.
