Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengangkut sampah yang menyumbat aliran Kali Cikarang dari titik Bendung Sungai Hulu (BSH) 0 hingga BSH 29 sebagai salah satu upaya mencegah banjir sebagaimana instruksi kepala daerah.
"Pak Bupati sudah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk segera mengambil aksi nyata agar banjir tidak kembali terjadi," kata Ketua Pelaksana Unit Reaksi Cepat Dinas LH Kabupaten Bekasi Sudeni di Cikarang, Kamis.
Ia mengatakan sebanyak 50 personel dikerahkan pada misi penanggulangan banjir untuk mengangkut sampah di sepanjang titik tersebut. Mereka terdiri atas tim amfibi anti sampah sungai, kru lapangan, sopir, pengawas serta koordinator lapangan.
Baca juga: DLH Bekasi angkut tumpukan sampah di saluran irigasi Sukamurni
Baca juga: Bupati Bekasi instruksikan DLH segera angkut sampah di bantaran Kali CBL
Pihaknya juga menerjunkan 18 unit truk angkut sampah serta dua unit alat berat ekskavator jenis PC 75 dan PC 200 long arm untuk mempercepat proses pembersihan.
"PC 75 kita beroperasi di titik Kampung Kemejing kalau PC 200 long arm ditempatkan di Sukakerta, Kecamatan Sukawangi," katanya.
Kegiatan ini diawali dari titik Sukamanah yang menjadi lokasi terparah banjir akhir pekan lalu, dilanjutkan ke Sukakarya serta wilayah lain di sepanjang aliran Kali Cikarang agar seluruh sampah dapat diangkut dan air kembali mengalir lancar.
Sudeni mengaku sejauh ini sudah berhasil mengangkut 42 rit sampah dengan total volume mencapai 21 ton dan masih akan terus bertambah karena kegiatan ini belum menyentuh seluruh area sasaran pembersihan.
"Kegiatan pembersihan ini akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh titik aliran Kali Cikarang dapat berfungsi optimal dalam mengalirkan air, terutama saat menampung debit air yang tinggi," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Bekasi angkut sampah dari Kali Cijambe di tepi Tol Jakarta-Cikampek
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait, camat dan kepala desa untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana sekaligus penanganan banjir mengingat Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi saat musim penghujan.
Ia menginstruksikan langkah-langkah preventif seperti pembersihan saluran air, normalisasi sungai dan saluran tersier, penguatan tanggul hingga menyiagakan pompa air di titik rawan banjir.
"Kita tidak bisa hanya menunggu saat bencana datang. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama. Camat dan kepala desa saya minta untuk menggerakkan masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan dan membangun kesadaran kolektif mencegah banjir," kata dia.
