Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura Maluku meluluskan 36 dokter baru dari Fakultas Kedokteran sebagai upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura Dominggus Malle di Ambon, Kamis, mengatakan Universitas Pattimura berkomitmen menjaga kualitas pendidikan kedokteran melalui proses seleksi dan pembelajaran yang ketat.
“Penetapan standar akademik, termasuk batas minimal IPK, merupakan upaya menjaga mutu lulusan agar memiliki kompetensi unggul dan integritas tinggi,” ujarnya.
Dirinya menegaskan profesi dokter memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia, sehingga para lulusan diharapkan mampu bersaing secara nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Maluku.
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan layanan kesehatan di daerah, dan berharap kehadiran Fakultas Kedokteran Unpatti dapat membantu pemerintah daerah memperbaiki sistem serta kualitas pelayanan kesehatan.
Sebagai langkah strategis, Unpatti telah membuka program pendidikan dokter spesialis yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa tahun depan.
Program tersebut diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan di Maluku sekaligus memberi peluang pengembangan karir bagi para dokter lulusan Unpatti.
Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti dr Farah Christina Noya menyampaikan Fakultas Kedokteran Unpatti memiliki visi menjadi pusat pendidikan dokter berbasis laut-pulau yang berdaya saing nasional dan internasional.
Untuk mewujudkannya, fakultas mengembangkan program Archipelago Academic Health Hub (AAHH), jejaring pendidikan yang menghubungkan kampus dengan pusat-pusat layanan kesehatan di pulau-pulau di Maluku.
Baca juga: Mendiktisaintek dorong Universitas Pattimura jadi penggerak ekonomi di Maluku
Baca juga: Akademisi Unpatti latih warga Lamahpelu membuat roti dari tepung umbi-umbian
Baca juga: Unpatti-Unima kerja sama perkuat pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026