Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga direncanakan mulai dibangun pada 2026 setelah proses lelang proyek tersebut selesai.
Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan pemenang proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut telah ditetapkan setelah melalui proses lelang yang diikuti sejumlah perusahaan internasional.
“Setelah shalat Isya kemarin kami diinformasikan bahwa pemenang PSEL untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Bogor sudah siap dan seluruh tahapan prosesnya telah selesai,” ujar Rudy.
Ia mengatakan proses lelang proyek tersebut diikuti oleh 24 perusahaan dari berbagai negara, dengan mayoritas peserta berasal dari China.
Baca juga: Danantara Indonesia tunjuk Zhejiang Weiming kelola PSEL Bogor Raya
Baca juga: Proyek PSEL Bogor Raya masuki tahap akhir proses lelang pengembang
Menurut Rudy, dari total peserta lelang tersebut sebanyak 21 perusahaan berasal dari China, dua perusahaan dari Jepang, dan satu perusahaan dari Eropa.
“Dari 24 yang mengikuti lelang, 21 berasal dari China, dua dari Jepang dan satu dari Eropa, dan dimenangkan oleh salah satu perusahaan dari China,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan PSEL di TPA Galuga dapat mulai dilakukan pada 2026 dengan target penyelesaian paling cepat pada Desember 2027 dan maksimal mulai beroperasi pada 2028.
Rudy menyebut keberadaan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut diharapkan mampu mengolah sampah lama yang menumpuk di TPA Galuga menjadi energi listrik dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Baca juga: Danantara targetkan groundbreaking PSEL Galuga awal 2026
“Targetnya lima sampai sepuluh tahun ke depan maksimal sepuluh tahun sampah lama di TPA Galuga bisa diproses untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujar dia.
Ia menambahkan pembangunan PSEL di Galuga juga diharapkan membawa perubahan besar bagi wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Cibungbulang dan sekitarnya, melalui transformasi pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih modern.
Selain itu, menurut Rudy, Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari empat lokasi di Indonesia yang dipilih pemerintah pusat untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik, bersama Bekasi di kawasan Bantar Gebang, Bali dan Batam.
“Dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, pemerintah membangun di empat lokasi, yaitu Bogor Raya, Bekasi di Bantar Gebang, Bali dan Batam,” katanya.
Rudy berharap pembangunan fasilitas tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026